Tratak di Kota Lama: Bongkar dan Tidak Dibongkar Pemkot Semarang Tetap Untung

  • Whatsapp
Kanopi Kota Lama
Bangunan tratak atau kanopi berdiri di kawasan kota lama Semarang

Barisan.co – Kawasan Kota Lama Semarang menjadi perhatian publik saat ada bangunan kerangka besi yang mirip dengan tratak atau kanopi. Bangunan tratak tersebut viral sebab menutupi keindahan Gereja Blenduk dan terlebih tata ruang dan bangunan kawasan kota lama.

Mengutip tagar.id,  Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL) Hevearita Gunaryanti Rahayu membenarkan rencana pembangunan kanopi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Hanya saja, setelah dilakukan kajian, BP2KL memutuskan untuk membatalkan pembangunan kanopi yang terletak di gang depan Gereja Blenduk tersebut,” tutunya.

Menggapi permasalah keindahan dan pembongkaran tratak, pemerhati Heritage Kota Semarang Edhie Prayitno Ige mengatakan, jika dibongkar dan maupun tidak dibongkar pemerintah kota Semarang tetap untung, Senin (26/10/2020)

“Jika dibongkar, Pemkot Semarang untung karena pekerjaan sudah dilaksanakan dan sudah dianggarkan. Artinya anggaran tetap harus dikeluarkan sesuai yang dianggarkan. Belum pernah ada sejarahnya pemilik ide mengembalikan duit negara.”

Edhie menambahkan, keuntungan kedua, pembongkaran juga akan menelan anggaran lagi. Dan itu jelas tak akan ditanggung oleh pelaksana teknis. Keuntungan ketiga, pemerintah kota Semarang mendapat apresiasi bagus dengan susulan berita yang pasti akan diblow up.

“Jika tidak dibongkar, Pemkot Semarang tetap akan untung karena nanti akan bisa melanjutkan proyek-proyek ngawur tanpa kajian berwawasan lingkungan dan humaniora. Tentu ini akan memudahkan perencanaan menghabiskan anggaran secara mudah agar daya serap anggaran tinggi,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Tengah Agus Munif menyampaikan, pembangunan ruang publik dan cagar budaya memang perlu memperhatikan aspek budaya dan ekonomi.

“Aspek ekonomi diperlukan, begitu juga dengan aspek estetika. Tapi, jangan asal ngawur. Perlu kajian, bukan asal bangun,” imbuhnya. (Luk)

Pos terkait