Terkini

WHO Beri Otorisasi Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm China

Anatasia Wahyudi
×

WHO Beri Otorisasi Penggunaan Darurat Vaksin Sinopharm China

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Reuters.

BARISAN.COPada Jumat (7/5/2021), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa mereka akan mengizinkan penggunaan darurat vaksin yang dibuat oleh perusahaan China.

Itu berarti, vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm bersama Beijing Institute of Biological Products akan menjadi upaya dalam mendukung WHO, sama halnya dengan COVAX.

Kebijakan tersebut akan menjadi kesempatan Sinopharm memperoleh pengakuan internasional. Sebab, ini pertama kalinya vaksin buatan China tersebut diterima oleh otorisasi darurat WHO.

Dalam jumpa pers, direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan ini akan memperluas daftar vaksin Covid-19 yang dapat dibeli COVAX dan memberikan kepercayaan negara dalam mempercepat persetujuan aturan yang dibuat serta dalam mengimpor maupun mengelola vaksin.

Walaupun vaksin Sinopham telah digunakan di seluruh dunia dengan perkiraan 65 juta dosis telah diberikan, pengembang hanya merilis informasi efisiensi dan efektivitas secara terbatas.

Secara terpisah, penasihat WHO sangat yakin vaksin Sinopham mampu melindungi orang-orang usia 18-65 tahun. Hal itu didasarkan oleh uji klinis di China, Bahrain, Mesir, Yordania, serta Uni Emirat Arab.

Meski begitu, Kelompok Penasihat Ahli Strategis menilai ada tingkat kepercayaan yang rendah tentang efektivitas pada usia di atas 60 tahun pada data tentang potensi efek samping kelompok usia tersebut.

Uni Emirat Arab, yang menjadi tempat vaksin Sinopham digunakan secara luas, telah menerima permintaan beberapa pihak untuk memperoleh vaksin dosis ketiga.

Namun keraguan beberapa ahli akan efektivitas vaksin Sinopharm juga masih kuat. Lebih-lebih setelah terjadi lonjakan kasus baru-baru ini di Seychelles, negara di Afrika Bagian Timur walaupun sekitar 60 persen dosis telah diberikan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *