Scroll untuk baca artikel
Kontemplasi

3T Martin Suryajaya

Redaksi
×

3T Martin Suryajaya

Sebarkan artikel ini

“Dia mencurahkan segalanya untuk sastra Indonesia, tapi tiada satu pun pemangku sastra yang memedulikan nasib hidupnya. Maka, saya menulis 3T ini sebagai bela rasa kepada mereka yang tidak terekam sejarah.” ungkap Martin.

Waktu peluncuran buku 3T di sebuah kedai, Berto Tukan, salah satu pemrasaran, mengatakan bahwa karya Martin itu sebuah novel, sebagaimana Kiat Sukses Hancur Lebur, bukan karya puisi. Jelasnya, Martin mencipta tokoh Sulaiman H mengumpulkan puisi-puisi terbuang, puisi-puisi yang jauh dari beruntung. Berto tegas-tegas menolak 3T sebagai antologi puisi.

Namun, ya, apa pun persepsi orang atas 3T, saya terhibur. Kiat Sukses Hancur Lebur telah bikin kepala pusing, karena terbius menamatkan, atau sontak berhenti. Nah, 3T juga demikian, menjebak pembaca untuk seketika tidak meneruskan, atau sebaliknya terus menyuntuki, sembari tertawa-tawa: “Asu Martin!”