BARISAN.CO – Saat tubuh mengalami demam biasanya ditandai dengan rasa kurang enak badan, lelah, menggigil, dan pegal, terutama menjelang malam hingga waktu subuh. Pada kondisi seperti ini biasanya kita sangat ingin untuk mengonsumsi obat penurun demam.
Namun sebisa mungkin tahan dulu keinginan tersebut. Sebab, sering kali kondisi demam justru dibutuhkan tubuh untuk melawan penyakit.
Rata rata, suhu tubuh seseorang berada pada titik 37 derajat Celsius, tetapi level normal sebenarnya bervariasi pada setiap orang. Suhu tubuh juga bisa berubah pada pada siang hari. Lalu, bisa juga meningkat sedikit setelah makan atau berolahraga. Suhu tubuh seringkali lebih tinggi saat sore hari, daripada saat bangun di pagi hari.
Bila tubuh demam, berarti suhu tubuh naik sampai 38 derajat Celsius atau lebih tinggi. Infeksi, seperti flu, adalah penyebab paling umum. Namun, hal ini juga bisa disebabkan oleh peradangan, seperti rheumatoid arthritis, reaksi terhadap obat atau vaksin, bahkan jenis kanker tertentu. Usahakan tak perlu panik saat demam, karena ini merupakan pertahanan tubuh untuk melawan infeksi.
Beberapa bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi tumbuh subur pada suhu tubuh normal. Kemudian, saat ada peningkatan suhu tubuh, maka akan membantu tubuh melawan bakteri dan virus.
Pakar mengungkapkan bahwa demam menandai mekanisme pertahanan tubuh sedang melawan infeksi. Demam adalah pejuang infeksi yang baik. Ketika virus atau bakteri menyerang, sel sel kekebalan yang disebut makrofag datang untuk menyelamatkan tubuh dengan melahap penyerang dan membersihkan sel sel mati.
Memang prosesnya tidak selalu menyenangkan, tetapi demam bisa menjaga tubuh tetap sehat. Oleh karena itu, kita tidak boleh terlalu keras dalam pengobatan demam.
Menguatkan sel sel kekebalan
Sebenarnya demam terjadi sebagai upaya penyembuhan penyakit. Hidung berair, suhu tinggi, dan muntah adalah strategi yang bertujuan untuk memaksa mikroba berbahaya dari tubuh sehingga tubuh bisa merasa lebih baik lagi.
Para ilmuwan di Shanghai membuktikan bahwa demam dapat membantu menguatkan sel sel kekebalan tubuh. Penelitian yang dilakukan pada tikus ini menemukan, demam mengubah protein permukaan pada sel sel kekebalan, seperti limfosit, sehingga menjadi kuat dalam melakukan perjalanan melalui pembuluh darah mencapai lokasi infeksi.
“Satu hal yang baik tentang demam adalah dapat meningkatkan limfosit ke tempat infeksi, sehingga tubuh akan memiliki lebih banyak sel kekebalan di wilayah yang terinfeksi yang akan menghilangkan patogen,” kata Jian Feng Chen, Profesor di Institut Biokimia dan Biologi Sel Shanghai.
Profesor Chen dan rekan penulis menemukan bahwa demam meningkatkan ekspresi protein heat shock 90 (Hsp 90) pada limfosit T. Hsp 90 berikatan dengan jenis integrin pada limfosit, integrin α4, yang mempromosikan limfosit ke pembuluh darah dan akhirnya mempercepat migrasi ke tempat infeksi.
Tim peneliti menemukan bahwa Hsp 90 yang diinduksi demam berikatan dengan ekor integrin dan menginduksi aktivasi integrin. Selain itu, satu Hsp90 dapat berikatan dengan dua integrin yang mengarah ke pengelompokan integrin pada permukaan limfosit. Akibatnya, integrin yang terkelompok mengaktifkan jalur sinyal yang mempromosikan transmigrasi limfosit.
Kata peneliti, Hsp 90 hanya dapat diinduksi pada suhu di atas 38,5 derajat Celcius. Tak hanya demam, tekanan lain pun bisa menyebabkan ekspresi Hsp 90.
Perawatan
Bila suhu tubuh naik lebih dari 38 derajat Celsius dan kondisinya sudah mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan, kemungkinan tubuh butuh perawatan.
Untuk menurunkan suhu tubuh, bisa mandi dengan air hangat, bukan air dingin. Kemudian, kenakan pakaian yang ringan dan tutupi tubuh dengan selimut, bukan pakaian tebal dan berlebihan. Tubuh pun perlu minum banyak cairan agar tetap terhidrasi.
Sebaiknya segera hubungi dokter jika demam sudah lebih dari tiga hari, atau bila memiliki riwayat penyakit serius seperti AIDS, penyakit jantung, kanker, atau diabetes, atau jika menggunakan obat imunosupresan.
Kita juga perlu mendapatkan bantuan medis bila terkena cuaca panas tapi tidak berkeringat, leher kaku, nyeri perut bagian bawah, muntah atau diare, ruam, sakit tenggorokan, sakit punggung, batuk, dan sulit bernapas.
Secara tidak langsung, karena sakit ini merupakan raksi alamiah tubuh. Maka tidak mengapa jika kita tidak tergesa gesa dalam mengonsumsi obat. Berikan kesempatan pada tubuh untuk bekerja secara alamiah. Dengan ini tentu kita menjadi tersadar betapa demam merupakan cara kerja luar biasa bagi tubuh dalam mengkondisikan ketidakseimbangan yang terjadi. (Luk)





