Membeli karya seni yang mahal bisa membantu orang kaya tetap kaya. Lho, kok bisa?
BARISAN.CO – Pasar seni global mencapai US$65,1 miliar pada tahun 2021, menurut Statista. Jumlah itu menunjukkan peningkatan sebesar 29% setelah penurunan tajam yang dilaporkan pada tahun 2020 karena pandemi, yang nilainya US$50,3 miliar.
Meski, volume penjualan seni global meningkat secara signifikan pada tahun 2021, volumenya tetap di bawah tingkat pra-pandemi.
Sedangkan, penjualan online pasar seni dan barang antik di seluruh dunia mencapai sekitar seperlima dari total nilai pasar seni.
Sementara itu, lukisan termahal yang pernah terjual ialah Salvator Mundi oleh Leonardo da Vinci. Awalnya, diperkirakan lukisan cat minyak itu hanya akan terjual sampai US$100 juta. Namun, kenyataannya, terjual hingga US$450,3 juta.
Misteri tentang siapa yang membelinya terpecahkan. Lukisan itu menurut pejabat intelijen AS dibeli oleh putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS), kata Wall Street Journal.
Tawaran pemenang dalam lelang 15 November di Christie’s di New York dibuat secara anonim melalui telepon menggunakan perwakilan Christie. The New York Times melaporkan sebelumnya, dokumen menunjukkan anggota lain dari keluarga kerajaan, Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud, mengajukan penawaran terakhir. Tetapi, para pejabat intelijen mengatakan, Bader hanya perwakilan dari MBS.
Biasanya, berita tentang anggota keluarga kerajaan Arab Saudi yang kaya dan berkuasa membeli sebuah karya seni tidak akan menarik perhatian. Tetapi, waktu pembelian ini terjadi hanya dua minggu setelah Putra Mahkota Mohammed meluncurkan kampanye anti-korupsi, mengumpulkan lebih dari 200 pengusaha, menteri, dan pangeran Saudi. Sebagian besar ditahan di sebuah hotel mewah di ibu kota, Riyadh.
Well, bagi kebanyakan orang, termasuk saya sendiri tidak tertarik membeli barang seni dengan harga fantastis. Mungkin karena tidak memiliki uang, mendengar angka nominalnya saja sudah membuat sakit kepala.
Namun, kita sebagai manusia memang memiliki kebutuhan psikologis untuk dipandang orang lain. Di mana mereka ingin orang lain mengetahui status sosialnya.
Karya seni dianggap memiliki kemampuan untuk membuat orang lebih diterima secara sosial. Kebanyakan orang hanya ingin menyesuaikan diri di suatu tempat, sehingga ini salah satu cara untuk membantu mereka melakukannya.
Sebelumnya, orang kaya berbelanja pakaian, mobil mewah, atau yacht; tapi ini telah berubah. Seni telah menjadi hal yang harus dimiliki oleh orang kaya. Tidak ada yang mengalahkan menjadi pecinta seni jika ingin glamor dan orang menghargainya. Ini bukan hanya tentang memilikinya; ini lebih tentang terlihat di pelelangan dan pameran.
Namun, tahukah kamu alasan orang kaya membeli karya seni? Selain, mereka menyukainya, karya seni juga membantu mereka tetap kaya. Kok bisa?
Berikut penjelasannya, dilansir dari Vengerick;
ROI (Return On Investment) Investasi
Orang kaya selalu mencari cara cerdas untuk meningkatkan kekayaannya. Karya seni dapat menjadi objek untuk terus menghasilkan pengembalian investasi yang sangat baik.
Membeli seni modern seharga €500 hari ini mungkin bernilai €500.000 dalam 10 tahun. Bahkan, seni rupa secara konsisten memperoleh hasil yang semakin baik selama 50 tahun terakhir.
Masih belum percaya? Salah satu lukisan yang terjual di tahun 2021, dilukis oleh Pablo Picasso, Femme assise près d’une fenêtre (Marie-Thérèse) pada tahun 1932 dengan harga US$103,4 juta.
Capital Safe Haven
Karya seni memang dianggap sebagai aset berisiko tinggi, namun memiliki keunggulan. Fluktuasi pasar seni berbeda dari ayunan harga pasar tradisional, akibatnya seni adalah perlindungan yang sangat baik terhadap inflasi, resesi, atau krisis ekonomi.
Orang yang membeli karya seni selama masa risiko dan ketidakpastian mendapat untung, seperti selama Perang Dunia II. Selain itu, negara-negara dewasa ini dengan ekonomi dan mata uang yang tidak stabil, orang kaya sering berinvestasi dalam seni sebagai cara untuk mendiversifikasi risiko mereka.
Investasi Diversifikasi
Terlepas dari nilainya, prinsip utama investasi adalah variasi. Orang kaya umumnya memiliki beberapa saham berisiko tinggi dan banyak saham aman.
Selanjutnya, mereka ingin berinvestasi pada sesuatu yang berisiko dan mendebarkan. Berinvestasi dalam karya seni adalah strategi logis.
Menyembunyikan Uang
Akibat fleksibilitas harga, anonimitas pembelian, pasar seni dapat menyediakan lingkungan yang menarik bagi orang kaya untuk menyembunyikan dan melindungi uangnya.
Menurut perkiraan yang tersedia, miliaran dolar digunakan oleh orang kaya untuk menyembunyikan uang mereka melalui pasar seni global setiap tahunnya. Karena kurangnya pengawasan peraturan yang berwenang mengenai proses penilaian seni, penetapan harga seni adalah praktik yang sangat subyektif yang dapat melindungi sejumlah besar uang, terutama melalui lelang seni.
Anonimitas pembeli adalah keuntungan lain pada tahap ini karena tidak jarang operator pasar seni menolak mengungkapkan identitas klien mereka untuk melindungi integritas transaksi.
Alasan mereka melakukan ini karena litigasi yang sembrono, bangkrut, mantan pasangan, dan lain-lain.
Menghindari Pajak
Di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, peraturan pajak menguntungkan bagi seseorang yang sering membeli karya seni mahal. Misalnya, jika menjual karya seni dan menyimpan dana di bank, kita dikenai pajak capital gain. Akan tetapi, jika berinvestasi pada karya seni lain dengan dana yang sama, kita akan terhindar dari pembayaran pajak.
Caranya? Dengan menyumbangkannya ke museum.
Terakhir, yang paling licik, karya seni digunakan untuk pencucian uang dalam kejahatan terorganisir. Orang kaya yang memperoleh kekayaan melalui cara tidak sah akan menekan sumber kekayaan mereka dari regulator dan kesepakatan seni yang mahal adalah metode optimal untuk melakukannya.
Sekarang kita tahu mengapa penetapan harga sangat subyektif, dan bahkan spesialis pun kesulitan dalam menentukan nilai. Menggelembungkan nilai sebuah karya hanya berdasarkan apa yang kita inginkan.
Sering kali, kesepakatan dilakukan di balik pintu tertutup dan diam-diam. Meskipun undang-undang saat ini tentang bagaimana penjualan seni dilakukan memang telah diperkuat, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa pencucian uang tetap menjadi faktor utama dalam pembelian seni global.






