Scroll untuk baca artikel
Berita

Pemerintah Siapkan Proyek PSEL Makassar, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

×

Pemerintah Siapkan Proyek PSEL Makassar, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Siapkan Proyek PSEL Makassar
Foto/sumber: biotechworks

Makassar bersiap ubah sampah jadi energi, proyek Rp3 triliun ini jadi langkah besar menuju listrik bersih.

BARISAN.CO – Pemerintah Indonesia resmi mengumumkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Kota Makassar, tepatnya di TPA Tamangapa, pada (4/4/2026).

Proyek ini diperkirakan menelan investasi sebesar Rp3 triliun atau sekitar USD 180 juta, dengan kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari dan potensi produksi listrik sebesar 20–25 MW. Sumber sampah untuk proyek ini akan dihimpun dari wilayah Makassar, Maros, dan Gowa.

Pengembangan proyek PSEL tersebut berada di bawah koordinasi Danantara, yang telah membentuk anak usaha baru bernama Denera (PT Daya Energi Bersih Nusantara) pada 1 April 2026.

Perusahaan ini akan memegang 30% kepemilikan saham sekaligus bertanggung jawab atas operasional proyek, sementara mitra teknologi dengan porsi 70% saham akan dipilih dari Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT).

Dari 24 perusahaan yang masuk dalam DPT, seluruhnya merupakan perusahaan asing. Pada tahap awal sebelumnya di Bekasi, Denpasar, dan Bogor, perusahaan asal China menjadi pihak yang terpilih.

Untuk tahap berikutnya, pemerintah menargetkan pengembangan PSEL di 25 kota dalam Batch 2 yang dijadwalkan mulai pada April 2026, dengan Makassar menjadi salah satu kandidat kuat.

Berdasarkan informasi di lapangan, lima perusahaan asal China telah masuk dalam daftar pendek untuk proyek di Makassar, dan keputusan akhir diperkirakan akan diambil dalam waktu tiga bulan ke depan.

Meski demikian, hingga kini belum ada perusahaan dalam daftar tersebut yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek.

Sementara itu, aktivitas survei di kawasan TPA Tamangapa telah lebih dahulu dilakukan oleh kolaborasi antara perusahaan teknologi energi, kelompok usaha BOSOWA, dan Universitas Hasanuddin.

Kegiatan ini mencakup pengkajian komposisi sampah dan telah diketahui oleh Pemerintah Kota Makassar.

Selain itu, kerja sama riset juga tengah disiapkan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional guna memperkuat aspek ilmiah dalam pengembangan proyek.

Dalam waktu dekat, kolaborasi ini akan diperkuat melalui sejumlah agenda, mulai dari rilis kemitraan internasional, peluncuran riset bersama, hingga presentasi dalam forum Japan-Indonesia Environment Week yang merupakan bagian dari program Kementerian Lingkungan Hidup.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi pihak yang telah lebih dulu hadir di lapangan.

Dengan adanya keterlibatan perguruan tinggi, pelaku usaha lokal, serta lembaga riset nasional, pengembangan proyek PSEL di Makassar diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga bagian dari penguatan kerja sama internasional dan pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia. []

Hidup Sonder Validasi
Kolom

Runtuhnya gunung sampah di Bantargebang menewaskan warga. Apakah…