Ekonomi

Asian Development Bank Setop Danai Batu Bara, Minyak, dan Gas Alam

Anatasia Wahyudi
×

Asian Development Bank Setop Danai Batu Bara, Minyak, dan Gas Alam

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: caspiannews.com.

BARISAN.CODalam rencana kebijakan terbarunya, Asian Development Bank (ADB) mengumumkan tidak akan lagi mendanai penambangan batu bara maupun produksi serta eksplorasi minyak dan gas alam. Hal tersebut disampaikan pada Jumat (7/5/2021) dan disambut baik oleh pemerhati lingkungan—meski tetap ada kritik lantaran kebijakan itu dinilai telat satu dekade.

Bank multiteral yang berfokus terhadap pengentasan kemiskinan di Asia ini tidak memberikan batas waktu atas komitmen tersebut.

Yongping Zhai, kepala sektor energi ADB menyampaikan rencana ini akan dibahas dengan dewan direksi pada bulan Oktober depan. Draf rencana ini berisi dukungan dan promosi energi alternatif dan mempertimbangkan cara dan sarana mengurangi investasi bahan bakar fosil.

Dilansir dari Nikkei Asia, desakan pemerhati lingkungan terhadap ADB untuk tak lagi memberi pinjaman ke sektor bahan bakar fosil sudah berlangsung beberapa pekan sebelumnya. Salah satunya datang dari Institute for Climate and Sustainable Cities (ICSC), sebuah lembaga yang berbasis di Filipina.

Penasihat senior ICSC, Pedro H. Maniego Jr, menyampaikan kebijakan ADB terhadap sektor fosil itu sudah terlambat satu dekade. “Tetapi cukup membantu ekonomi dalam membangun transisi energi baik terhadap pemerintah maupun investor … Jika bank menganggap bahan bakar fosil sebagai bahan bakar transisi, maka perlu ada keputusan untuk mengakhirinya.”

Di tahun lalu, ADB menolak untuk berkomitmen menjelang KTT Keuangan di Prancis untuk bekerja menuju penghentian pendanaan batu bara secara bertahap.

Dikutip dari Climate Home, Kepala Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim ADB Woochong Um menyampaikan pihak bank tidak akan menandatangani komitmen tersebut karena belum dibahas oleh Dewan ADB.

Menurut situs resminya, sejak didirikan di awal 1960-an, ADB yang berkantor pusat di Manila telah menyalurkan US$42,5 miliar ke sektor energi seluruh kawasan antara antara 2009 dan 2019. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *