Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Cadangan Devisa Dilaporkan Meningkat, Berikut Catatan Pentingnya

Redaksi
×

Cadangan Devisa Dilaporkan Meningkat, Berikut Catatan Pentingnya

Sebarkan artikel ini

BARISAN.COPosisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 diumumkan oleh Bank Indonesia sebesar US$135,9 miliar (8/1/2021). Hingga kini, merupakan rekor tertinggi posisi akhir tahun. Sempat mencapai US$137,04 miliar pada akhir Agustus lalu.

Devisa merupakan alat pembayaran internasional yang diakui oleh banyak negara di seluruh dunia, untuk menjadi alat tukar dalam bertransaksi.

Pengakuan atau pemakaian selama beberapa dekade membuat beberapa mata uang menjadi dominan, yang biasa disebut sebagai mata uang keras (hard currencie). Pada umumnya terkait dengan kekuatan negara asalnya dalam dinamika ekonomi dan keuangan global, dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Salah satu devisa yang diakui sejak lama adalah emas, yang dalam hal ini sebagai emas moneter.

Selain emas dan mata uang kuat tadi, diakui pula mata uang yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF), yang disebut Special Drawing Rights (SDRs).

Cadangan devisa dapat diartikan sebagai tabungan valuta asing yang dikuasai oleh otoritas moneter suatu negara.

Untuk negara Indonesia, cadangan devisa merupakan alat pendukung utama kebijakan memelihara stabilitas Rupiah. Sebagaimana diketahui, pengertian inflasi adalah nilai rupiah terhadap barang dan jasa, serta terhadap mata uang asing.

Bank Indonesia mengumumkan posisi cadangan devisa Indonesia untuk kondisi tiap akhir bulan. Nilainya dinyatakan dalam dolar Amerika, meski sebagiannya berdenominasi mata uang lain dan berbentuk emas moneter.

Publikasi Bank Indonesia juga menggolongkan bentuk atau jenis cadang devisa Indonesia terdapat empat kelompok. Yaitu: emas moneter, Special Drawing Rights, Reserve Position in the Fund (RPF), dan Cadangan devisa lainnya.  

Pada akhir tahun 2020, dilaporkan yang terbanyak berupa cadangan devisa lainnya yang mencapai US$128,40 miliar atau 94,5% dari total. Terdiri dari uang kertas asing dan simpanan, surat berharga, dan tagihan lainnya.

Di antara ketiga subkelompok tersebut, yang terbanyak berupa surat berharga (US$117,32 miliar) dan uang asing (US$10,39 miliar).

Sementara itu, cadangan devisa dalam bentuk emas moneter sebesar US$4,76 miliar, SDRs sebesar US$1,61 miliar, dan RPF sebesar USD1,14 miliar. []


Kontributor: Rachmawati
Editor: Ananta Damarjati