Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

Compass, ‘Sepatu Gaib’ Buatan Indonesia yang Mendunia

Redaksi
×

Compass, ‘Sepatu Gaib’ Buatan Indonesia yang Mendunia

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Tahun 2019, dunia fashion Indonesia digegerkan dengan sepatu lokal yang cukup viral. Compass, nama merek sepatu itu. Produk sepatu buatan anak bangsa ini sangat diminati karena berkualitas dan dijual terbatas.

Sepatu Compass sebenarnya sudah ada sejak 1988. Awalnya bernama Gazelle Sport. Almarhum Kahar Setiadi yang mendirikannya. Kemudian diteruskan oleh anaknya Ir. Kahar Gunawan pada 1998 dan berganti nama menjadi Compass.

Sayangnya pada tahun 2000-an, brand ini ‘tersungkur’ karena masyarakat lebih tertarik dengan produk impor. Hingga pada 2018, Aji Handoko Purbo me-rebranding sepatu Compass, dengan menonjolkan siluet Gazelle. Selain itu, ia membuat jargon “Sepatu Rakyat” agar semakin menarik.

Kini, Compass seringkali disebut ‘Sepatu Gaib’ karena sangat sulit di dapatkan. Setiap rilisnya Compass selalu habis dalam hitungan jam. Penyebabnya, produksi sepatu ini sangat sedikit, hanya 3000 – 5000 pasang saja dalam satu bulan. Permintaan yang sangat tinggi, membuat Compass kerap diprotes oleh peminatnya.

Sedikit kemungkinan untuk kita mendapatkannya, baik perilisan secara offline menggunakan kupon maupun online melalui e-commerce. Contohnya, Compass hasil kolaborasi dengan komunitas denim, Pot Meets Pop dan Old Blue Co, langsung ludes dalam kurun waktu 15 menit saja dan menyebabkan server e-commerce seketika down.

Permintaan semakin naik saat beberapa influencer dan artis menggunakan sepatu tersebut, lalu mengunggahnya di media sosial. Salah satu orang yang paling berpengaruh dalam brand ini yaitu Dr.Tirta. Ia merupakan antusias produk brand lokal dan membantu merintis karir bersama Aji.

Ia pun sering memberikan kritik mengenai Sepatu Compass lewat Instagram. Tirta khawatir, jika Compass tidak melakukan strategi yang baru semakin lama brand ini akan terkalahkan dengan brand lokal yang memiliki harga yang lebih terjangkau dan tidak banyak ‘drama’ antara reseller dan customer.

Akhirnya Compass memperluas pasarnya dengan menambah pabrik. Mereka mengusung tema “Compass untuk Semua Tur Indonesia 2020”. Sehingga setiap minggunya, Compas menyetok ulang sepatu di seluruh pulau Indonesia. Cara itu bertujuan untuk meredam konflik dengan pembeli  dan mencapai tujuannya sebagai “Sepatu Rakyat”.

Setelah mengulas kisah singkat dari perjalanan Sepatu Compass, saatnya kita intip beberapa koleksi yang sudah rilis.

Gazzelle & Vintage’98

Compass Gazelle. Ilustrasi: instagram.com/sepatucompass

Seri Gazzelle ini merupakan siluet perdana dan utama dari Sepatu Compass. Bentuk dan desain ini merupakan rebranding dari Compass Gazelle tahun 2017. Bahan utamanya adalah kanvas dan sol yang sudah tervulkanisir.

Compass Vintage ’98. Ilustrasi: instagram.com/sepatucompass

Koleksi lainnya yaitu Vintage’98. Model vintage di tahun 50-an yang menggunakan siluet gazelle dengan bahan Courduroy ini berslogan “Arsip Lama, Gaya Baru”. Dirilis di USS (Urban Sneakers Society) pada tahun 2019 dan hanya 1600 pasang.

Masing-masing koleksi tersebut tersedia dengan dua tipe yaitu High dan Low. Compass Gazelle pada saat ini dibanderol dengan harga Rp338.000 (H) & Rp298.000 (L) sedangkan untuk Vintage’98 pada saat ini dibanderol dengan harga Rp438.000 (H) & Rp398.000 (L).

Compass Research & Destroy (R&D)

Compass Research. Ilustrasi: instagram.com/sepatucompass

Koleksi ini dirilis pada Tahun 2019 yang dilakukan secara undian. Seri yang disebut Proto 1 memiliki detail yang berbeda dari Gazelle, dengan warna 80% hitam dan detail berupa resleting di sisi luar sepatu. Ada juga tambahan karet merah di bagian mid sole-nya.

Compass Destroy. Ilustrasi: instagram.com/sepatucompass

Sepatu ini terdapat dua tipe yaitu High seharga Rp518.000 dan Low seharga Rp468.000. Tahun 2020 sepatu ini kembali dirilis dengan nama Proto 1 Reissue dengan siluet yang sama. Namun peningkatan kualitasnya lebih baik. Untuk tipe High dijual dengan harga Rp668.000 dan Low Rp628.000.