Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Diare, Stop Makan Serat

Redaksi
×

Diare, Stop Makan Serat

Sebarkan artikel ini

Termasuk juga hindari produk olahan susu, sebab saat mengalami diare, disarankan untuk menghentikan konsumsi susu dan produk olahannya sementara waktu. Diare membuat usus kesulitan memproduksi enzim laktase yang diperlukan tubuh untuk mencerna laktosa, yaitu gula pada produk susu.

Kendati demikian, tetap boleh mengonsumsi yoghurt, karena produk olahan susu yang satu ini mengandung probiotik yang baik untuk meredakan gejala diare.

Penting dilakukan saat diare

Saat terkena diare, disarankan untuk mengonsumsi menu makan yang sederhana dan tidak mengandung bumbu, terutama dalam kurun waktu 24 jam pertama sejak mengalami diare. Beberapa riset menunjukkan bahwa makanan atau minuman yang mengandung probiotik dapat mempercepat penyembuhan diare seperti nasi, pisang, kentang rebus, dan roti panggang.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa ketika diare membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit tubuh. Maka jika tidak segera diatasi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang bisa berakibat fatal.

Untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang akibat diare, kita  dapat mengatasinya dengan minum cairan isotonik yang mengandung elektrolit. Untuk anak yang mengalami diare, dan dapat memberikan cairan oralit. Selain minuman berelektrolit atau tidak menemui cairan elektrolit bisa dengan asupan cairan dengan minum air putih setidaknya 8 gelas setiap hari guna mencegah dehidrasi.

Kapan perlu obat diare?

Lantas bilamana perlu obat diare? Perlunya obat diare ketika kondisi diare dalam tahap parah sehingga perlu penanganan khusus. Secara umum diare ringan terjadi kurang dari 14 hari, dan diare berat lebih dari 14 hari.

Namun intinya adalah perlunya membuang bakteri virus penyebab diare terjadi baru setelahnya perlu pelekat feses guna meredam diare. Bahan tradisional pelekat feses yang biasa digunakan seperti daun jambu biji.