Edukasi

Digital Parenting, Smart Parents di Era Digital

Alfin Hidayat
×

Digital Parenting, Smart Parents di Era Digital

Sebarkan artikel ini
digital parenting
Digital parenting/Photo by William Fortunato on pexels

BARISAN.CO – Digital parenting sebagai perwujudan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Era digital memiliki dua sudut arah, dapat menjadi ancaman maupun kesempatan baik, seperti layaknya pisau yang memiliki dua mata yaitu dapat dijadikan hal positif untuk memotong sesuatu ataukah digunakan untuk melukai seseorang.  

Mendidik anak di era digital tidaklah mudah  hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan antara masa saat ini dengan masa orang tua. Saat ini manusia sangat dimudahkan dengan adanya tekonologi digital untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Sebuah pesan populer dari Ali bin Abi Thalib “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu.”

Dalam artian bahwa orang tua tidak harus selalu memberikan pola asuh sesuai dengan era anak atau zaman. Akan tetapi orang tua perlu memetakan baik buruknya di setiap zamannya, manfaatnya  atau ancamannya.  

Digital parenting merupakan pola pengasuhan anak yang disesuaikan dengan kebiasaan anak yang begitu akrab dengan perangkat digital. Prinsipnya dari digital parenting adalah menanamkan sikap bijak dalam berperilaku di internet serta tetap menerapkan aturan agar anak tidak sampai kelewat batas (dalam hal kognitif hingga perilaku).

Bijak tidak berarti melarang dan menghakimi, namun berkompromi dan antusias dengan dunia dan perkembangan si anak. Tentunya orang tua akan merasa sangat kesulitan dalam mendidik anak di era yang jauh berbeda dengan era orang tua.

Orang tua di era millenial ini  sudah tidak perlu untuk mengisolasi atau melarang anak dengan dunia digital/ internet. Lalu, bagaimana orang tua menyikapi hal ini?

Berikut beberapa solusi dan tips menjadi smart parents di era digital :

  1. Orang tua bukan berarti harus memberikan gadget sejak bayi, mulai dalam kandungan anak sudah bisa diberikan stimulasi musik relaksasi, lantunan ayat Al-Quran, dll dari gadget orang tua untuk memberikan stimulasi perkembangan otak si bayi. Mulai tahap balita anak diperbolehkan untuk mengakses gadget, dalam hal ini sangat harus didampingi oleh orang tua (misalkan memberikan akses metode belajar pada anak dengan permainan atau video video pembelajaran dini). Bukan memberikan gadget namun mengakses dengan pendampingan orangtua! Berikan gadget ketika anak sudah mampu meregulasi diri dan hidupnya (usia SMP-SMA).
  2. Bersikap antusiaslah dengan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia digital anak, gunakan internet sebijak mungkin dan berkolaborasilah dengan anak, bagaimana fungsinya, tujuannya, ancamannya, kapan dan berapa lama penggunaan (etika penggunaan) hingga apa konsekuensinya jika disalahgunakan. Berikan batasan penggunaan gadget! Hal tersebut tidak hanya menjadikan anak supaya patuh namun memberikan pengertian pentingnya suatu kerjasama.
  3. Bekali anak untuk dapat survive di masa depan melalui berbagai hal informasi di internet, bukan memihak anak untuk menjadi seperti yang orang tua inginkan karena akan membuat anak merasa terkucilkan pada pergaulan di masanya.
  4. Mengedukasi diri sendiri, maksudnya adalah smart parents perlu untuk menjelajahi dunia digital saat ini khususnya dunia digital anak. Orang tua diharapkan dapat memperkaya informasi mengenai dunia maya supaya dapat memberikan arahan bagaimana dampak positif dan negatifnya. Berikan arahan pada anak tanpa terkesan merasa diawasi oleh orangtua. Jangan sampai anak lebih nyaman mencari informasi pada lingkungan luar selain keluarga.
  5. Tingkatkan kualitas perjumpaan dengan anak. Tidak hanya bersama namun tidak ada komunikasi dua arah, namun rajin rajinlah untuk membangun obrolan dengan anak tanpa ada aktivitas untuk mengakses gadget. Bermain di dunia nyata juga sangat penting untuk meningkatkan sosial passion dan komunikasi efektif pada orang lain. Disarankan juga untuk mengajak anak berolahraga rutin sedari dini/ aktivitas di alam terbuka. Terapkan keseimbangan untuk melakukan aktivitas dunia maya dan dunia nyata secara konsisten dan berkelanjutan.
  6. Tanamkan komunikasi efektif anak dalam berinteraksi di dunia maya, bisa dengan cara memanfaatkan tayangan tayangan di internet untuk berdiskusi.
  7. Ajarkan dan terapkan anak pendidikan agama sedari dini sebagai pedoman hidupnya. Mulailah mengajarkan anak untuk beribadah dan melakukan hal hal yang seharusnya dilakukan dan tidak seharusnya dilakukan.
  8. Mulailah mencari tahu bakat dan minat anak sedari kecil dari apa yang ia suka  (menjadi user ataukah creator).
  9. Hindari pemikiran bahwa gadget dapat menjadi pengganti sarana pemberian perhatian orang tua ke anak.
  10. Jadilah role model bagi anak, anak perlu edukasi langsung dari penerapan penggunaan gadget hingga mengatur aktivitas lainnya, misalnya orang tua juga perlu menerapkan kapan bermain gadget, kapan untuk bekerja dan mengurus rumah.

             Menjadi tantangan besar ketika berperan sebagai orang tua di era serba digital. Persiapkan bekal pada anak supaya mampu bersaing secara global di masa dewasanya dengan tetap utamakan kebersamaan dan  komunikasi dua arah setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *