Kasus dugaan plagiasi dan falsifikasi skripsi mahasiswa di Unsoed kembali disorot setelah penanganan internal kampus dinilai berjalan lambat.
BARISAN.CO – Kasus dugaan plagiasi dan falsifikasi data penelitian mahasiswa yang menyeret seorang dosen berinisal AM di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menjadi perhatian publik. Penanganan kasus tersebut dinilai berjalan lambat meski disebut telah mendapat perhatian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Informasi terbaru yang beredar menyebut surat perintah dari Dikti terkait penanganan kasus itu telah keluar hampir dua bulan lalu. Namun hingga kini, tim pemeriksa dari internal kampus dikabarkan belum juga dibentuk.
Kondisi tersebut memicu kritik dari berbagai pihak karena dianggap menghambat penyelesaian kasus yang menyangkut integritas akademik dan perlindungan terhadap mahasiswa, dikutip dari akun X BangPino__.
Kasus ini sebelumnya dilaporkan dosen peneliti Unsoed, Yanto PhD. Dalam pemberitaan Tribunbanyumas.com pada Agustus 2025, Yanto mengungkap dugaan pemalsuan data penelitian mahasiswa yang dilakukan dosen pembimbing di Fakultas Teknik Unsoed.
“Penelitian itu eksperimen di laboratorium. Seharusnya, uji selesai, hasil dianalisis, baru diterbitkan. Dari urutan waktu, sudah jelas potensi rekayasa data,” kata Yanto kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/8/2025).
Menurut Yanto, penelitian mahasiswa S1 yang belum selesai diduga telah dipublikasikan lebih dahulu oleh dosen pada sebuah konferensi ilmiah pada 27 November 2021.
Padahal, benda uji penelitian baru didaftarkan ke laboratorium tiga hari setelah publikasi dilakukan, sementara hasil pengujian baru keluar pada 16 Desember 2021.
Ia juga menyoroti kemiripan judul artikel publikasi dosen dengan skripsi mahasiswa, termasuk lokasi pengujian yang digunakan.
“Memang betul, biasanya publikasi dosen adalah penelitian mahasiswanya. Tapi kalau itu penelitian mahasiswa, penulis pertama seharusnya mahasiswa. Kecuali kalau memang ada kesepakatan lain. Ini soal etika,” ujarnya. []






