Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Ebola Kembali Muncul di Kongo, Akankah Manusia Punah karena Virus?

Redaksi
×

Ebola Kembali Muncul di Kongo, Akankah Manusia Punah karena Virus?

Sebarkan artikel ini

Belum lagi jika virus, bakteri, dan patogen lainnya yang sedang diteliti di laboratorium-laboratorium bocor. Atau yang lebih ekstrem lagi jika dijadikan sebagai senjata biologi untuk membunuh, melukai dan melumpuhkan musuh.

Selama lebih dari satu dekade, dunia menghadapi berbagai wabah seperti SARS, MERS, Flu Burung, dan Flu Babi. Bahkan selama pandemi Covid-19 telah ditemukan virus baru lainnya seperti Noranovirus, Hanta, dan Nipah.

Sampai hari ini saja, manusia belum bisa mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan patogen mematikan. Di antaranya pneumonia, HIV/AIDS, demam berdarah, dan malaria.

Para peneliti dan pakar kesehatan percaya jika vaksin bisa menjadi solusi. Tapi kita tidak bisa terus menerus bergantung dengan vaksin. Pembuatan vaksin saja butuh waktu yang lama. Selain itu juga ada efek sampingnya.

Vaksin Sinovac misalnya.  Baru ada setelah beberapa bulan pandemi berlangsung. Efektivitasnya hanya 65 persen dan tidak bisa disuntikkan ke semua orang. Sinovac akan berbahaya jika digunakan pada orang-orang yang mempunyai penyakit penyerta.

Jum’at kemarin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sekitar 170 tenaga kesehatan (nakes) gagal divaksinasi. Penyebabnya adalah sudah pernah terkena Covid-19 dan hipertensi.

Nakes saja ada masalah kesehatan, bagaimana dengan masyarakat biasa yang mayoritas gaya hidupnya lebih ngawur?

Kembali ke Jalan yang Benar

Manusia didesain dengan sangat sempurna. Di dalam tubuhnya terdapat organ-organ, jutaan sel, enzim, hormon, dan berbagai zat lainnya yang bisa melawan musuh. 

Contohnya hati berfungsi sebagai penawar racun dan ginjal bertugas menyaring limbah-limbah dalam darah. Bahkan bulu-bulu yang tumbuh di tubuh manusia berfungsi untuk mencegah masuknya kuman.

Yang paling penting, manusia memiliki antibodi sebagai benteng pertahanan dari infeksi kuman. Senyawa kimia alami ini merupakan protein berukuran besar berbentuk huruf Y yang digunakan sistem imun untuk mengidentifikasi dan menetralkan benda asing.

Semua itu akan bekerja secara harmoni jika manusia bisa merawatnya dengan penuh kasih sayang. Memberinya makanan yang baik, minuman yang cukup, mengistirahatkannya dengan tidur, menggerakkannya untuk melatih otot dan melancarkan sirkulasi darah serta oksigen.

Satu hal yang harus kita sadari, di dunia ini kita hidup tak sendiri. Ada makhluk hidup lain yang hidup di sekitar, bahkan hidup di dalam tubuh. Menurut penelitian ada jutaan bakteri dalam perut kita. Escherichia coli (E. coli) salah satunya. Ia merupakan bakteri yang hidup di dalam usus untuk menjaga kesehatan pencernaan.