Gaya HidupSenggang

Film Netflix Love Hard: Cintailah Ketidaksempurnaan

Anatasia Wahyudi
×

Film Netflix Love Hard: Cintailah Ketidaksempurnaan

Sebarkan artikel ini
Film Love Hard. Ilustrasi: IDN Times

BARISAN.CO – Kebanyakan orang ingin mendapatkan pasangan yang sempurna. Tak terkecuali, Natalie (Nina Dobrev) dalam film Netflix terbaru, Love Hard. Ia berselancar mencari pasangannya melalui aplikasi kencan. Sialnya, selalu saja menemukan masalah dari laki-laki yang ia temui. Namun, di sisi lain, kesialannya itu menjadi keuntungan. Natalie mendapatkan pekerjaan sebagai penulis.

Ia membagikan kisah percintaannya. Hingga suatu hari, ia merasa menemukan pasangannya yang sempurna yaitu sesosok lelaki tampan nan membuat nyaman. Karena atasannya mendesak segera mengirim tulisan terbaru, Natalie terbang ribuan kilo untuk menemui laki – laki tersebut.

Namun, kenyataan memang tak selalu sesuai dengan ekspektasi. Laki-laki itu tidak seperti yang ia bayangkan. Natalie pun merasa begitu marah dan kecewa. Upaya mengakhiri petaka kencannya nampak gagal.

Meski sempat diliputi rasa kecewa, ia menyadari sesuatu bahwa selama ini, ia sibuk mencari seseorang yang sempurna. Padahal, ia menyadari dirinya juga tak sempurna.

Trailer Film Love Hard. Ilustrasi: Youtube

Lewat Love Hard kita belajar bahwa tiap orang pasti memiliki kekurangan. Mengharapkan pasangan sempurna sangat tidak realistis. Di belahan dunia mana pun tak ada manusia yang sempurna. Meski pun ada, itu sangat langka.

Seperti penelitian Peter Backus dari Universitas Warwick menyebutkan peluang bertemu seseorang yang sempurna yaitu 1:285.000. Jika itu benar, itu berarti peluangnya amat kecil.

Sehingga lebih penting untuk memahami hubungan ideal bukan berarti memiliki pasangan sempurna. Sebab, tiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lihatlah ketidaksempurnaan pasangan dengan perspektif berbeda.

Memang banyak kisah dongeng yang begitu memabukkan. Seorang pangeran berkuda yang jatuh cinta pada hamba sahaya. Dengan ending: “keduanya pun hidup bahagia selamanya”.

Penulis Philippa Perry pernah mengatakan pasangan harus tumbuh dan berubah bersama. Hal itu akan membuahkan kecocokan. Ia menambahkan pasangan ialah dua individu yang terpisah secara fisik, namun saling membutuhkan satu sama lainnya.

Selain itu, mengutip https://www.psychologytoday.com/intl, orang yang cenderung fokus memilih pilihan terbaik akan terjebak dalam ketidakpuasan dan keraguan terhadap diri sendiri. Ditambah, orang yang terus mengejar kesempurnaan bahkan cenderung tidak bahagia, meski hal-hal baik terjadi.

Sayangnya, pasangan sempurna hanya konstruksi imajinasi. Cari dan temukan pasangan yang tepat.

Caranya? Buka hati dan kenali lebih dalam orang tersebut. Tidak ada yang tahu masa depan. Siapa tahu ia sebenarnya adalah pasangan yang tepat bagi Anda. [ysn]