Kolom

Film, Tradisi Jurnalistik dan The New Yorker

Yayat R Cipasang
×

Film, Tradisi Jurnalistik dan The New Yorker

Sebarkan artikel ini
Martin Scorsese dan Leonardo DiCaprio (Dok. geektyrant.com)

MEDIA arus utama internasional, juga di dalam negeri banyak mengulas tentang kolaborasi sutradara berkelas Oscar, Martin Scorsese, dengan pemain berkarakter Leonardo DiCaprio.

Namun, bagi saya bukan kerja sama antara seorang sutradara kawakan dan aktor Hollywood langganan box office — setidaknya sudah melibatkan enam produksi film — yang menjadi perhatian tetapi tentang inspirasi atau sumber skenario dua film terakhirnya.

Selama ini kebanyakan film adaptasi dari buku fiksi apakah itu cerita pendek atau novel atau setidaknya biografi. Namun dua film yang terakhir yang digarap Martin Scorsese dengan aktor utama Leonardo DiCaprio bersumber dari buku non fiksi karya jurnalis media berpengaruh The New Yorker, David Grann.

Sama seperti halnya jurnalis lainnya di New Yorker, Malcom Gladwell dan Elizabeth Kolbert, buku-buku David Grann juga berawal dari tulisan sastrawinya yang kemudian dikembangkan dan menjalani riset yang panjang ada yang sampai setengah dekade.

Karya David Grann yang difilmkan Martin Scorsese dan Leonardo DiCaprio bakal diputar serentak pada 2023 bertajuk “Killers Of The Flower Moon”.

Rupanya, Martin Scorsese tak mau lama-lama dan enggan harus menunggu filmnya yang sudah rampung beredar di bioskop dunia atau di jaringan perangkat Apple, film yang bersumber dari buku non fiksi lainnya karya David Grann juga segera dibuat. Judulnya “The Wager”.

Dikutip dari Hollywood Reporter, kisah “The Wager” berlatar tahun 1740-an. Sebuah pertaruhan dimulai ketika sebuah perahu yang ditambal dengan awak 30 pria kurus mendarat di pantai Brasil.

Orang-orang itu adalah awak kapal Inggris yang masih hidup yang mengejar kapal harta karun Spanyol yang terdampar di sebuah pulau di wilayah Patagonia, Amerika Selatan. Kisah mereka tentang selamat dari ganasnya lautan membuat mereka menjadi pahlawan.

Namun, enam bulan kemudian kapal lain, bahkan lebih rusak dari yang pertama, muncul dari arah Cile dengan tiga pelaut. Kelompok ini menuduh penumpang di kapal lain sebagai pemberontak.

Saling bunuh terjadi untuk mempertahankan hidup dan juga melawan ganasnya iklim paling ekstrem di planet ini. Angkatan Laut Inggris mengadakan persidangan khusus untuk mengungkap kebenaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di pulau itu.

Sementara “Killers Of The Flower Moon” berkisah tentang pembunuhan anggota suku Indian Osage yang dikenal sebagai kelompok terkaya per kapita di dunia, setelah minyak ditemukan di bawah wilayah mereka di Oklahoma. 

Kemudian mereka mulai dibunuh secara misterius pada tahun 1923. Setelah korban tewas mencapai lebih dari dua lusin, kasus itu dibawa ke Biro Investigasi, kemudian cabang Departemen Kehakiman yang tidak jelas, yang kemudian berganti nama menjadi Biro Federal.

Dalam pengantar tulisan di The New Yorker, disebutkan penyelidikan kasus ini merupakan salah satu investigasi pembunuhan besar pertama FBI. Setelah J. Edgar Hoover diangkat sebagai direktur biro, pada tahun 1924, dia mengirim tim operasi yang menyamar, termasuk agen penduduk asli Amerika, ke wilayah Osage. David Grann, menghabiskan hampir setengah dekade untuk meneliti sejarah yang tenggelam dan menyeramkan ini.