Terkini

FormasNU Deklarasi Dukungan, Sebut Anies Punya Visi yang Jelas

Avatar
×

FormasNU Deklarasi Dukungan, Sebut Anies Punya Visi yang Jelas

Sebarkan artikel ini
FormasNU
Ilustrasi: Dok. Istimewa.

Anies Baswedan disebut telah membawa harmoni politik yang berkeadaban bagi masyarakat Jakarta.

BARISAN.CO Forum Masyarakat Santri Nusantara (FormasNU) resmi nyatakan dukungan kepada Anies Baswedan menjadi Presiden RI 2024, Rabu (15/3/2023).

Ketua FormasNU, Rouf Qusairy, mengatakan dukungan ini diputuskan melalui penilaian figur, rekam jejak, serta visi kepemimpinan Anies yang dinilai sesuai dengan kebutuhan Indonesia sekarang dan masa depan.

“Rekam jejak dan visi yang Anies sampaikan dalam berbagai kesempatan membuat kami yakin untuk mendeklarasikan dukungan kepada beliau,” kata Rouf Qusairy dalam sambutannya di Gedung Juang, Cikini, Jakarta Pusat.

Rouf menyebut, Anies juga memenuhi empat karakter pemimpin. Ia punya sifat shidiq, amanah, tablig, dan fatanah. Karakter itu yang menurut Rouf membuat Anies mampu menjaga Jakarta selama lima tahun masa kepemimpinannya.

Rouf Qusairy mengatakan, deklarasi ini adalah wujud keturutsertaan FormasNU berpartisipasi aktif dalam proses pemilu.

“Kami tidak boleh hanya menjadi penonton. Kami merasa harus menyampaikan apa yang menjadi keyakinan, cita-cita, maupun harapan kami terhadap Indonesia yang lebih baik di masa mendatang,” kata Rouf.

“Kami ainul yaqin Mas Anies pantas menjadi presiden. Dia sudah terbukti bibit, bebet, bobotnya […] Beliau cucu seorang pahlawan kemerdekaan. Artinya dia jelas asal-usulnya,” kata Rouf.

Atas alasan-alasan tersebut dan alasan lainnya, Rouf mengatakan FormasNU telah membulatkan tekad memenangkan Anies Baswedan sebagai presiden RI 2024.

Selain FormasNU, deklarasi juga dihadiri oleh simpul lain yakni Majelis Sholawat An-Nahdliyah Indonesia (Mas Anies). Ketua Mas Anies, KH Muhammad Ridwan, menyebut Anies punya komitmen yang kuat menghadirkan keadilan sosial.

“Selain itu, Anies selama masa kepemimpinannya di Jakarta mampu menghadirkan harmoni, toleransi, dan kondusivitas politik masyarakat Jakarta yang berkeadaban,” kata M. Ridwan. [dmr]