Hari Pers Nasional, Wartawan dapat Kado Istimewa dari Presiden

  • Whatsapp
Presiden Jokowi menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, Selasa (09/02/2021), dari Istana Negara [Indopolitika]

BARISAN.CO – Wartawan menjadi salah satu profesi yang berisiko terpapar Covid-19. Mereka kerap harus turun ke lapangan untuk mendapatkan informasi. Sadar akan hal itu,  Presiden Joko Widodo berjanji memberikan 5.000 dosis vaksin untuk awak media di akhir Februari 2021.

“Saya yakin banyak awak media yang sudah ingin divaksin. Tadi saya sudah bisik-bisik dengan Profesor Nuh (Ketua Dewan Pers). Akhir Februari sampai awal Maret, kami sudah siapkan kira-kira 5.000 dosis,” ungkap Jokowi dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2021 di Istana Negara, Selasa (9/2/2021).

Bacaan Lainnya

Jokowi mengatakan jurnalis akan mendapatkan jatah vaksin produksi PT Bio Farma. Saat Bio Farma sudah mengeluarkan 12 juta dosis, pemerintah akan menyisihkan 5.000 untuk para pewarta.

Kabar baik ini seolah menjadi kado istimewa bagi awak media di hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sekaligus HPN 2021. Selama ini wartawan berada di garda depan untuk mengabarkan situasi terkini saat pandemi.

Mereka juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Sayangnya banyak wartawan yang terpapar Covid-19  saat bertugas.

Berdasarkan pemantauan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), sekitar 294 pekerja media positif Covid-19 sepanjang 2020. Jumlah ini bisa lebih banyak karena ada wartawan yang tidak melapor atau perusahaan tidak mengumumkannya ke publik.

Saat pandemi melanda Indonesia, banyak pekerja media yang terkena masalah dari pemotongan gaji, pemutusah hubungan kerja (PHK) sepihak dan diminta pensiun dini.

Mirisnya, kondisi tersebut terjadi juga di media-media besar. Bahkan ada  media yang terpaksa gulung tikar dan ratusan pekerja kini berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Terinfeksi Covid-19 tentu menjadi beban ganda bagi para jurnalis. Mereka harus berhadapan dengan potensi terpaparnya virus dan minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Beberapa waktu lalu, Pengurus Bidang Advokasi AJI Musdalifah Fachri menyerukan kepada pemerintah untuk menggelar konferensi pers daring dan mengirimkan data atau informasi melalu email. Tujuannya agar jurnalis bisa selamat namun tetap mendapatkan informasi.

Ia juga mendorong perusahaan media untuk memperhatikan keselamatan jurnalis dan pekerjanya. Caranya dengan tidak mengirimkan jurnalis ke konferensi tatap muka dan membekali APD saat terjun ke lapangan.

Peran wartawan sangat besar bagi bangsa ini. Maka sudah sepatutnya mereka dilindungi dan menjadi prioritas vaksinasi. []

Pos terkait