Gaya Hidup

Indonesia Bersyariah, Kiblat Gaya Hidup Muslim Dunia

Lukni An Nairi
×

Indonesia Bersyariah, Kiblat Gaya Hidup Muslim Dunia

Sebarkan artikel ini
Indonesia Bersyariah Gaya Hidup Syariah
Saat Suharto Amjad

Saat ini gaya hidup syariah atau halal lifestyle mulai marak dan menjamur di segala sektor. Bentuk gaya hidup syariah sudah mulai percaya diri membentuk pola masyarakat. Bentuk tersebut seperti cara berpakaian, hijab, wisata halal, makanan halal, hingga bank syariah.

Mulai semaraknya di masyarakat ditandai dengan jenuhnya gaya hidup hedonisme. Masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya nilai-nilai yang terkandung dari ajaran agama Islam tersebut.

Apalagi semenjak pandemi Covid-19 ini, masyarakat mulai menata kehidupan kembali ke ajaran sunah. Dari sunah tersebut berkembang menjadi gaya hidup syariah. Seperti betapa pentingnya mencuci tangan, memakan makanan yang halal, dan adab ketika bersin atau batuk. Hal itu sebagai tata aturan sunah yang kini jadi gaya hidup covid-19.

Hadirnya gaya hidup syariah menjadi tren tersendiri, dipercaya mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan. Seperti ketika memilih makanan maupun menghindari persoalan riba yang dilarang agama. Sehingga tidak ada keraguan apa yang dipilihnya.

Pergeseran gaya hidup ini semakin merambah cepat. Meski harus berhadapan dengan gaya hidup masyarakat yang sudah mengakar maupun gaya hidup barat yang bebas masuk. Tinggal bagaimana masyarakat menyikapi gaya hidup tersebut dan tentunya memilih yang terbaik.

Laju cepatnya gaya hidup syariah tidak semata-mata soal aturan sunah yang berbicara tentang agama Islam atau Muslim. Namun berbicara tentang pilihan terbaik.

Indonesia bersyariah

Para ahli sudah memprediksi hal tersebut, bahwa pada tahun 2020 hingga 2030 perkembangan gaya hidup syariah akan mencapai puncaknya. Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Bazis DKI Jakarta, Saat Suharto Amjad mengatakan sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Perkembangan syariah di negara kita akan meningkat merambah ke berbagai segi kehidupan.

“Jika sekarang ini perkembangan Islam sangat ditentukan oleh ormas-ormas yang ada. Maupun ditunjukkan oleh keberadaan lembaga keuangan dan lembaga-lembaga formal lainnya. Dengan perkembangan teknologi informasi seperti media sosial. Maka ke depan perkembangan Islam akan lebih ditentukan oleh pribadi-pribadi,” tuturnya

Suharto Amjad menambahkan, pribadi-pribadi itu yang akan menjadi pengiklan atas gaya hidup syariah atau gaya hidup muslim. Sehingga Indonesia akan menjadi kiblat tren gaya hidup muslim dunia.

“Hal itu demikian nyata. Kita lihat, ketika masuk toko-tokoh buku atau shoping center akan terlihat buku-buku muslim. Begitu pun islamic lifestyle seperti fashion, ekonomi syariah maupun halal food,” tegasnya.

Perkembangan ini pun di respons pemerintah, salah satunya lahirnya Bank Syariah Indonesia (BSI) berdiri pada 1 Februari 2021. Anak perusahaan BUMN; Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah ini rela di merger menjadi BSI.

Tentu hal ini terkait potensi sektor ekonomi syariah Indonesia yang telah menjadi tren gaya hidup syariah. Potensi ekonomi syariah sangat besar, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar. Sektor ekonomi syariah ini sangat berperan penting, sebab banyak industri di dalamnya seperti perbankan syariah, rumah sakit Islam, halal food, fashion dan lain sebagainya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *