Ekonomi

Kebutuhan Uang Tunai Meningkat, BI Siapkan Rp152,14 Triliun pada Lebaran 2021

Avatar
×

Kebutuhan Uang Tunai Meningkat, BI Siapkan Rp152,14 Triliun pada Lebaran 2021

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: ANTARA/Muhammad Adimaja.

BARISAN.CO – Bank Indonesia menyiapkan uang kartal sejumlah Rp152,14 triliun untuk menyambut Lebaran 2021. Jumlah tersebut lebih banyak 39,33% dibanding realisasi penarikan uang tunai pada Idul Fitri tahun sebelumnya yang sebanyak Rp109,2 triliun.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, menyebut kenaikan itu disebabkan faktor-faktor seperti perbaikan asumsi makro, penyaluran bansos, peningkatan mobilitas masyarakat, serta program vaksinasi yang terus dijalankan pemerintah.

“Uang baru Lebaran masih dibutuhkan walaupun animonya tidak sebesar kondisi normal. Permintaan uang baru di perbankan sudah mulai meningkat.” Ujar Marlison Hakim dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/4).

Meski meningkat di tahun 2021, Marlison menyebut gelontoran uang kartal masih relatif lebih rendah dibanding sebelum Covid-19. Detailnya, realisasi penarikan uang kartal di 2017 adalah Rp163,20 triliun; 2018 sebesar Rp191,30 triliun; dan 2019 sebesar Rp192 triliun.

“Memang di 2020 saat awal pandemi terjadi di Indonesia, permintaan uang kartal turun termasuk pada periode Ramadan dan Lebaran. Tahun lalu realisasinya Rp109,2 triliun itu turun cukup tajam sebesar 43,13 persen dari tahun sebelumnya,” jelasnya.

Dalam perkiraan BI, penarikan uang terbanyak pada Lebaran kali ini akan terjadi di pulau Jawa dengan besaran Rp59,4 triliun. Dari jumlah itu, 27 persen di antaranya akan berputar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Seterusnya, penarikan di wilayah Sumatera diperkirakan mencapai Rp25,95 triliun; Kalimantan Rp10,39 triliun; Sulampua Rp10,85 triliun; serta wilayah Bali & Nusa Tenggara Rp5,58 triliun.

“BI menjamin kebutuhan uang kartal di masyarakat dalam nominal yang cukup dan pecahan yang sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan kondisi layak siap edar dapat ditemui,” kata Marlison.

Marlison juga mengatakan bahwa sebanyak 90,07% uang kartal yang akan didistribusikan adalah varian pecah Rp50 dan Rp100 ribu. Sementara sisanya merupakan pecahan Rp20 ribu ke bawah. BI menjamin uang yang diterbitkan selama Ramadan dan Lebaran ini higienis. Kebersihan baik itu uang kertas hingga uang logam telah dijaga sedemikian rupa.

Dalam kaitannya dengan mencegah penyebaran Covid-19, BI juga memperhatikan anjuran pemerintah tentang jaga jarak dengan mengoptimalisasi transaksi non-tunai. BI memastikan sistem pembayaran non-tunai juga akan terus berjalan seiring digelontorkannya uang kartal kepada publik. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *