Scroll untuk baca artikel
Blog

Ketika yang Normal Disebut Tak Normal

Redaksi
×

Ketika yang Normal Disebut Tak Normal

Sebarkan artikel ini

TANPA sengaja saya membaca sebuah judul video YouTube dalam bahasa Inggris kira-kira seperti ini “Perilaku Tidak Normal Keanu Reeves”. Judul yang memancing dan membuat saya penasaran untuk menyimaknya.

Frasa ‘tidak normal’ menganggu saya walaupun saya bukan penggemar fanatiknya. Justru saya penonton setia film-film yang dibintangi Ana de Armas dan kebetulan Keanu Reeves banyak berpasangan dengan aktris Kuba tersebut.

Sebelum menyimak videonya saya sudah menduga kontennya hanya gosip, rumors atau fitnah. Karena dalam penilaian saya, Keanu Reeves adalah sosok aktor dari ‘dunia lain’.

Referensi saya ketika membaca media hiburan dan menyimak video tentang Keanu Reeves tak pernah menemukan cerita jelek. Selalu positif dan di dunia Barat pun dipuji sebagai aktor memiliki tingkat moralitas yang tinggi dan sangat dermawan.

Dan benar saja, video yang berdurasi sekira 5 menit tersebut isinya tak satu pun bernarasi negatif. Semuanya bernada pujian termasuk juga komentarnya.

Video tersebut menceritakan tentang sikap rendah hatinya seorang Keanu Reeves yang dengan santai mengobrol dengan penggemarnya di area parkir. Seorang penggemar menyapanya tentang hobi dan kegemaran Keanu Reeves sepeda motornya.

Memang alat transportasi Keanu Reeves saat santai selalu menggunakan sepeda motor dari mulai jenis lawas hingga yang modern. Sangat banyak koleksinya.

Disebutkan pemeran John Wick ini sampai terlibat pembicaraan selama tiga menit. Tanpa ada yang mengawal. Ia benar-benar sendirian dan tidak merasa terganggu.

Belum lagi cerita ikonik lainnya yang memperlihatkan kebaikan Keanu Reeves di luar aktingnya yang sangar dan brutal dalam sejumlah film laganya.

Misalnya ketika Keanu Reeves memberikan tempat duduknya untuk seorang perempuan di Subway New York. Video amatir tersebut tersebar cepat dan viral.

Belum lagi Keanu Reeves yang tengah bercengkrama sambil menyantap penganan bersama seorang gelandangan.

Cerita lainnya, seorang kru di The Matrix tanpa sengaja mengeluh kepada teman lainnya bahwa dia bakal diusir dari apartemennya karena belum bayar sewa. Keanu Reeves yang mendengar itu langsung membantunya.

Pernah juga ketika sepeda motor tuanya yang terparkir di pinggir jalan di kawasan Baverly Hills ditabrak sebuah BMW SUV seorang perempuan. Di sana sudah ada polisi, namun Keanu Reeves yang keluar dari sebuah klinik berjalan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Justru Keanu Reeves menyapa perempuan tersebut dengan senyuman ramah.

Terlalu banyak kebaikan Keanu Reeves untuk ditulis. Dan mungkin kebaikan itu akan terus memenuhi biografi hidupnya dibandingkan dengan kisah hidupnya sendiri yang getir dan tragis.

Termasuk soal mendonasikan sejumlah besar penghasilannya secara rutin untuk mendanai sebuah yayasan penelitian kanker anak-anak. Tetapi namanya tidak pernah dicatat dan tidak mau tercatat. Kalau di Indonesia istilahnya ‘hamba Allah’.

Juga cerita tentang penghormatan dan perhatian yang tinggi kepada perempuan. Dia sangat menghindari untuk memeluk perempuan termasuk sesama aktris dalam ajang-ajang internasional.

Termasuk ketika diundang dalam acara talkshow Drew Barrymore, Keanu Reeves tak memeluknya dan cukup berpegangan kedua tangan saling berhadapan. Padahal, Drew adalah lawan mainnya ketika masih remaja dan juga teman baik.

Itulah anomali dari seorang aktor yang lahir di Lebanon tersebut. Dalam buku teori, ajaran moral dan kaidah agama sikap dan perilaku Keanu Reeves itu normal.

Namun, lantaran dunia dan peradabannya sudah mencapai kadar hiperealitas dan hipermoralitas, justru apa yang dilakukan Keanu Reeves dalam pandangan masyarakat umumnya menjadi ‘tidak normal’. Sebab yang ‘normal’ saat ini bahwa tokoh atau selebritas itu adalah sombong, angkuh, sangat menjaga privasi, dikeliling body guard, tidak ramah, kikir, banyak pencitraan dan citra negatif lainnya.

Keanu Reeves mengajarkan kepada dunia. Kenormalan dan kewarasan itu masih ada dan bisa dilakukan dari diri sendiri.

“Ya, senang saja bisa berbagi dengan sesama,” jawab Keanu Reeves kepada The Insider saat ditanya tentang kedermawanannya dan kebaikan kepada sesama.

Testimoni seorang petugas kebersihan bioskop dalam kolom komentar sebuah video menjadi pengukuhnya.

“Saya bertemu Keanu sekitar 16 tahun yang lalu di pemutaran perdana film Matrix di New York City. Saya bekerja di bioskop sebagai pembersih dan pelayan. Sepanjang malam, saya melihat semua bintang di film datang dan pergi tanpa ada yang melihat saya atau menyapa saya, mungkin karena warna kulit saya dan seragam murah yang saya kenakan.

Selama 16 tahun, saya tidak pernah melupakan peristiwa yang akan mengikuti beberapa jam pertama setelah saya memulai giliran kerja malam itu.

Keanu berjalan ke arahku dan bertanya bagaimana kabarku! Saya berkata pada diri sendiri, ‘apakah Anda benar-benar berbicara dengan saya?’ Percaya atau tidak, dia benar-benar mendatangi saya dan menunjukkan kasih sayang dan perhatian.

Itu adalah hal terakhir yang pernah saya harapkan dilakukan oleh siapa pun malam itu. Dia terus bertanya tentang pekerjaan saya dan dari mana saya berasal. Dan saya memberi tahu dia bahwa saya berasal dari Ghana dan telah bekerja di bioskop selama sekitar satu tahun.

Dia mengobrol dengan saya selama sekitar 5 menit tetapi rasanya seperti selamanya. Dia kemudian memberi saya pelukan yang tidak akan pernah saya lupakan. Dia benar-benar manusia yang baik.

Saya biasanya tidak meninggalkan komentar di YouTube tetapi ini untuk mengonfirmasi video ini. Keanu baik.”