Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Lansia Tak Perlu Takut Vaksinasi Covid-19 Asal Lakukan Persiapan Ini

Redaksi
×

Lansia Tak Perlu Takut Vaksinasi Covid-19 Asal Lakukan Persiapan Ini

Sebarkan artikel ini

Adanya penyakit penyerta atau komorbid juga semakin meningkatkan terjadinya inflamasi kronis. Akibatnya akan ada peningkatan risiko kanker, penyakit autoimun dan penurunan respon terhadap imunisasi.

Faktor lainnya yang memengaruhi keefektifan vaksinasi pada lansia adalah usia dan jenis kelamin, penggunaan obat-obatan, kebiasaan merokok, lingkungan sekitar, serta kecukupan nutrisi.

Lansia Wajib Persiapan Fisik Sebelum Vaksinasi

Selain skrining riwayat penyakit dan kesiapan psikis, lansia perlu mempersiapkan fisik sebelum, selama, dan setelah vaksinasi. Prof. Siti pernah melakukan penelitian terhadap pasien usia lanjut yang diberikan vaksin Pneumonia.

Hasilnya pasien dengan status nutrisi yang kurang atau buruk mengalami Pneumonia kembali setelah enam bulan pasca vaksinasi. Artinya, kecukupan nutrisi memengaruhi efektivitas vaksinasi.

Ia merekomendasikan lansia untuk mengonsumsi energi minimal di atas 21kkal/kilogram dan protein sebesar 25 -30 gram per hari. Kemudian dikalikan dengan berat badannya. Artinya jika seorang lansia memiliki berat badan 50 kilogram, ia memiliki kebutuhan energi di atas 1.050 kalori dan sekitar 1.500 protein per harinya.

“Selain itu juga diperlukan latihan fisik. Saya merekomendasikan olahraga kombinasi beban dan aerobik selama lima kali per minggu,” katanya.

Pendapat yang sama juga disampaikan dr. Muliaman Mansyur, Head of Medical KALBE Nutritionals. Menurutnya lansia perlu mendaptkan asupan nutrisi yang seimbang dengan kandungan tinggi protein, vitamin dan mineral, khususnya Vitamin C, D, dan Zinc.

Jika lansia kurang mendapat asupan nutrisi protein, maka risiko malnutrisi dan sarcopenia atau berkurangnya massa dan kekuatan otot akan mudah terjadi. Selain itu imunitas yang terbentuk pasca vaksinasi menjadi kurang optimal.

“Nutrisi berperang penting untuk semua orang baik yang tidak bisa atau bisa divaksin. Dan yang belum atau sudah divaksin. Masing – masing mikronutrien seperti vitamin dan mineral, khususnya vitamin D, terbukti memainkan banyak peran dalam mendukung fungsi kekebalan dan mengurangi risiko infeksi,” katanya.

Salah satu produk makanan tambahan yang bisa dikonsumsi lansia adalah entrasol. Sebab entrasol memiliki kandungan tinggi protein, serat, dan vitamin D. “Entrasol kaya akan vitamin dan mineral lain, serta rendah laktosa sehingga cocok untuk meningkatkan daya tahan tubuh lansia,” tambah Boy Sinaga, Business Unit Coordinator General Adult Nutrition KALBE Nutritionals. []

“Tetap diperlukan protokol kesehatan, 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas), 3T (testing, tracing, treatment), nutrisi dan aktivitas fisik,” tutup Prof. Iris. []