Kesehatan

Larangan Tidur Setelah Sahur, Begini Penjelasannya

Avatar
×

Larangan Tidur Setelah Sahur, Begini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: freepik.com

BARISAN.CO – Kita kerap mengantuk setelah sahur. Sebab sahur dilakukan saat pagi sekali, sehingga mengharuskan kita bangun lebih awal untuk menyiapkan makanan.

Apalagi jika kita baru tidur di atas jam 10. Kita akan kekurangan tidur, dari yang seharusnya 7-8 jam menjadi kurang dari itu.

Bahkan menurut penelitian, tubuh akan mengeluarkan hormon serotonin dan melatonin setelah makan. Kedua hormon tersebut menyebabkan kita mengantuk.

Meski begitu, cobalah untuk tahan rasa kantuk ini. Jangan tidur setelah sahur, karena sangat berbahaya bagi kesehatan.

Tidur setelah sahur akan memicu berbagai penyakit, seperti serangan jantung, gangguan lambung, sakit tenggorokan, diabates, dan stroke. Gangguan kesehatan lainnya adalah obesitas, kualitas tidur menurun dan sembelit.

Dokter Yudhistira Herlambang mengatakan tidur setelah sahur membuat tubuh menimbun lemak. Saat tidur tubuh hanya membutuhkan sedikit energi dan kinerja metebolisme tubuh berkurang, sehingga lemak yang seharusnya dicerna malah ditimbun.

“Kemudian juga produksi asam lambungnya akan meningkat. Karena seperti yang sudah saya bilang, dia tidak melakukan energi pada saat tidur, sehingga pembakaran terjadi sangat lambat sekali  dan cenderung tidak terjadi. Sehingga asam lambungnya itu sendiri akan mengiritasi dinding lambung,” paparnya dalam wawancara di kanal YouTube SKWAD Health.

Menurut dr. Sungadi Santoso, sebenarnya pada saat tidur tubuh kita sedang melawan gravitasi. Karena lambung masih penuh membuat makanan terdorong ke atas melalui esofagus atau kerongkongan.

Akibatnya tenggorokan dapat teritiasi dan terjadi GERD (GastroEsophageal Reflux Disease). Gejala GERD adalah dada terasa panas, mulut tidak enak dan perut kembung.

“Saran saya bagi Anda yang habis makan jangan langsung pergi tidur,” kata dr. Sung dalam podcast pribadinya di kanal YouTube SB30 Health.

Jika mengantuk sekali, cobalah untuk beraktivitas terlebih dahulu. Bisa membersihkan kamar, membaca buku atau menonton film. Lakukan selama 2-3 jam.  Karena secara teori, pengosongan lambung terjadi kurang lebih dua jam. Setelah itu baru boleh tidur.

Berbeda dengan kedua dokter tersebut, dr. Zaidul Akbar tetap menyarankan tidak tidur setelah sahur. Hal ini sesuai dengan perintah Allah Swt dan ajaran Rasululullah.

“Pagi merupakan waktu terbaik. Saat ini Allah mencurahkan rahmat, kasih sayang dan rezekinya. Ternyata sains menunjukkan atau menjelaskan, khususnya jam 4 – 7 pagi ada suatu bahan dalam alam semesta yang dikenal Nitric Oxide,” ujarnya.

Nitric Oxide atau Nitrit Oksida adalah senyawa yang mengandung antioksidan tinggi. Bahkan disebut-sebut sebagai antioksidan paling kuat. Tentunya NO sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

NO ditemukan oleh seorang ilmuwan asal Amerika Serikat Louis Ignarro bersama rekan-rekannya. Berdasarkan penelitian mereka, NO dapat melebarkan pembuluh darah sehingga mencegah penyumbatan di pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

“NO bisa menurunkan tensi, sebagai antioksidan atau anti toxic. Makanya orang tidur pagi berpotensi serangan jantung,” lanjut dr. Zaidul Akbar.

Tak hanya mencegah penyakit kardiovaskuler, NO juga bisa meningkatkan memori dan proses pembelajaran di otak untuk mencegah demensia (proses penurunan daya ingat). Selain itu No juga bisa membuat kulit halus, tidak kerut, dan awet muda. [YSN]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *