Makanlah Buah Pada Musimnya

  • Whatsapp
Buah-buahan lokal. Ilustrasi: Republika.co.id

“Perbanyaklah makan buah dan sayur!” Nasihat yang seringkali kita dengar, baik  dari orang tua, saudara, guru, dan praktisi kesehatan. Mereka menganjurkan kita makan buah dan sayur setiap hari.

Wajar saja, karena buah dan sayur kaya nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh manusia. Dalam buah dan sayur mengandung beberapa mineral dan vitamin yang sangat penting.

Pisang misalnya. Buah ini mengandung kalium, serat, zat besi, vitamin C, vitamin B6, magnesium dan 105 kalori. Dengan makan satu buah pisang saja, kita bisa mendapatkan energi dan melancarkan metabolisme tubuh.

Jika seringnya sayur harus dimasak terlebih dahulu, tidak halnya dengan buah. Makanan alami ini bisa langsung dikonsumsi tanpa melalui proses apapun. Tak hanya warnanya yang menggoda, buah memiliki rasa manis dan segar.

Jadi jika malas makan sayuran, buah bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan nutrisi alami dari alam.

Buah sendiri merupakan bagian tumbuhan yang berasal dari bunga atau putik. Fungsi utama buah yaitu sebagai pemancar biji tumbuhan. Biji tersebut merupakan bakal tanaman tumbuh. Tapi karena itulah buah kaya akan manfaat.

Tumbuhan berbuah pada musim-musim tertentu. Karena mereka membutuhkan waktu untuk menghasilkan buah.  Di Indonesia, sepanjang Januari hingga Desember, buah yang dipanen berbeda-beda. Misalnya Januari hingga Maret, buah yang bisa dipanen adalah durian, rambutan, alpukat, manggis, sawo, kedondong, salak, jambu biji, jeruk nipis, duku dan jeruk bali.

Sementara April hingga Juni, buah yang bisa dipanen adalah kesemek dan jeruk manis. Buah-buahan di periode Januari hingga Maret masih bisa dipanen hanya saja dalam jumlah yang sangat sedikit.

Memasuki bulan Juli sampai September, buah-buahan yang tumbuh lebat adalah kesemek, jeruk manis, belimbing, melon, jambu mete, jambu bol dan mangga.

Pada bulan Oktober sampai Desember menjadi surganya pecinta durian. Karena pada bulan ini kuantitas dan kualitas buah durian sedang sangat baik. Selain durian, buah – buah lainnya yang bisa djumpai adalah manggis, rambutan, alpukat, sawo dan jeruk bali.

Musim buah – buahan ternyata berkaitan dengan metabolisme manusia. Nabi Muhammad SAW pun pernah bersabda, “Makanlah buah pada musimnya”. Menurut dr. Zaidul Akbar, setiap buah-buahan memiliki kandungan yang berbeda. Musim buah mengisyaratkan kita untuk mengonsumsi buah – buahan yang ada pada saat itu, karena tubuh memang sedang membutuhkan nutrisinya.

Buah-buahan yang tersedia pada musimnya membuat tubuh kita jadi lebih kuat. Jadi, “ketika Anda menjumpai buah-buahan pada musim tertentu, makanlah sesering mungkin,” ujar Zaidul di Instagram Live beberapa waktu lalu.

Tapi Zaidul menyarankan untuk makan buah-buahan tadi tanpa campuran apapun untuk mendapatkan manfaat maksimal. Selain itu konsumsilah buah yang rendah kalori. Untuk yang banyak kalori seperti durian jangan terlalu sering.

“Bukan berarti  karena musim buah durian lalu makan durian banyak. Tidak seperti itu. Karena durian mengandung banyak kalori, makanlah secukupnya,” ungkap Zaidul.

Manfaat Makan Buah Pada Musimnya

Berdasarkan penelitian para pakar nutrisi dunia, mengonsumsi buah dan sayuran pada musimnya berdampak pada nilai gizi makanan. 

Pendiri BZ Nutrition di kota New York Brigitte Zeitlin, MPH, RD mengatakan kita akan mendapatkan nutrisi yang maksimum terhadap buah dan sayuran yang dipetik dan dijual saat musimnya. Produk segar akan kehilangan nutrisi seiring waktu setelah dipanen. Semakin lama disimpan, baik dibawa ke pasar atau supermarket, nutrisi yang terkandung semakin berkurang.

Zeitlin mencontohkan bayam. Dari hasil risetnya, bayam kehilangan 47 persen kandungan folat setelah delapan hari disimpan. Lalu 80 persen kandungan vitamin C-nya hilang hanya kurun waktu tiga hari.

Belum lagi buah dan sayuran terpapar zat-zat kimia dari bahan bakar truk yang membawa mereka ke pasar. Lebih buruk lagi jika produk-produk tersebut dibawa dengan pesawat terbang. Pesawat menghasilkan emisi karbon 10 kali lebih banyak dari truk komersial.

“Saat Anda makan pada musimnya, Anda akan makan di sekitar lahan pertanian, sehingga zat-zat kimia dari kendaraan tadi akan terbawa sedikit ke dapur Anda,” jelas Zeitlin.

Selain itu, mengonsumi buah dan sayuran pada musimnya akan menghemat biaya lebih banyak. Karena saat musim, jumlah buah-buahan dan sayuran yang dijual sangat banyak sehingga harganya pun relatif lebih murah.

Jika sayuran dan buah-buahan disimpan di lemari pendingin saja manfaatnya sudah berkurang banyak, bagaimana dengan produk-produk kalengan? Bisa saja nutrisinya sudah tidak ada sama sekali. Untuk itu, mulai sekarang makanlah buah lokal pada musimnya untuk tubuh yang lebih sehat. [ysn]

Pos terkait