Meski Meningkatnya Tipis-Tipis, Posisi Cadangan Devisa 2020 Tergolong Rekor Baru

  • Whatsapp
Ilustrasi Cadangan Devisa: pinterest

BARISAN.COPosisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2020 tercatat sebesar US$135,9 miliar, menurut rilis Bank Indonesia, (8/1/2021). Angkanya bertambah sebanyak 5,2% dibandingkan posisi pada akhir Desember 2019 yang sebesar US$129,18 miliar.  

Nilai tersebut merupakan rekor tertinggi untuk posisi akhir tahun. Namun dari sisi kenaikan antarakhir tahun, lebih rendah dari kenaikan pada tahun 2019 yang sebesar 7,07%. Kenaikan tertinggi dialami pada tahun 2014 yang meningkat hingga 12,55%, disusul kenaikan pada tahun 2017 yang mencapai 11,89%.

Bacaan Lainnya

Dilihat dari posisi akhir bulan selama tahun 2020, cadangan devisa mengalami fluktuasi yang cukup tinggi. Sempat turun cukup drastis pada akhir Maret, hingga menjadi sebesar US$127,88 miliar. Perlahan mengalami kenaikan, hingga mencapai US$137,04 miliar pada akhir Agustus. Kemudian perlahan turun pada Oktober sampai dengan November. Dan meningkat kembali pada Desember.    

Fluktuasi tahun 2020 antara lain sangat dipengaruhi oleh arus keluar masuk investasi portofolio. Bahkan sempat ada arus keluar neto yang cukup signifikan pada bulan Maret. Kondisi arus ini cenderung makin stabil selama bulan-bulan berikutnya.

Bank Indonesia mengakui peningkatan posisi cadangan devisa pada Desember 2020 terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan penerimaan pajak.

Dikatakan pula bahwa posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,2 bulan impor atau 9,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kondisi yang berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia kemudian menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi. []


Kontributor: Rachmawati
Editor: Ananta Damarjati

Redaksi
Latest posts by Redaksi (see all)

Pos terkait