Kesehatan

Musim Buah Mangga, Hati-hati Gula Darah Naik

Avatar
×

Musim Buah Mangga, Hati-hati Gula Darah Naik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Freepik.com

Barisan.co – Indonesia tengah memasuki musim buah mangga. Buah tropis asli Asia Tenggara ini memang berbuah lebat sepanjang Agustus hingga November. Tak heran jika buah ini membanjiri pasar dan harganya pun sangat murah. Dengan merogoh kocek Rp10.000 saja, kita sudah bisa menikmati 1 kilogram buah mangga. Tapi hati-hati, buah mangga mengandung gula yang sanggat tinggi, sehingga penderita diabates perlu waspada.

Buah mangga memiliki kulit dan daging tebal. Jika sudah masak, dagingnya akan berwarna kuning menyala. Membuat setiap mata yang memandang tergoda untuk memakannya. Rasanya segar dan manis sekali, sehingga banyak orang yang menyukainya.

Mangga termasuk buah yang mengandung gula tinggi. Dalam satu buah mangga memiliki 45 gram gula, baik sukrosa, fruktosa maupun glukosa. Lebih dari 90% kalori dalam mangga berasal dari gula. Itulah sebabnya mangga berkontribusi pada peningkatan gula darah pada penderita diabetes.

Presiden Pengurus Besar Persatuan Diabates Indonesia (PB Persadia) Dr. dr. Sony Wibisiono, SpPD-KEMD, FINASIM memperingatkan penderita diabetes untuk membatasi konsumsi buah ini. “Mangga itu pada orang normal, boleh-boleh saja. Kalau untuk penderita diabetes, siap-siap gula darah naik kalau banyak yang dimakan,” katanya pada seminar  “Bersama Diabatesol Sayangi Dia”, Selasa (3/10). Seminar ini diselenggarakan oleh Kalbe Nutritionals dalam rangka memperingati hari diabates sedunia yang akan jatuh pada 14 November 2020.

Sony menganjurkan penderita diabetes untuk makan buah mangga paling tidak dua iris saja. “Icip-icip saja tidak apa. Dari pengalaman pribadi saya, ada pasien yang makan dua iris saja sudah meningkat gulanya,” paparnya.

Jika sudah terlanjur makan banyak, penderita diabates sebaiknya langsung berolahraga. Cara itu bisa menurunkan risiko kenaikan gula darah saat makan buah mangga. “Langsung olahraga agar tidak ada efek,” tambah Sony.  

Olahraga memang menjadi salah satu cara untuk mengatasi diabetes. Tak perlu olahraga yang berat, jalan kaki saja sudah cukup. Aktivitas fisik ini perlu dilakukan setidaknya lima kali dalam seminggu.

Selain itu mengatur makan, berhenti merokok, dan monitoring gula darah secarateratur juga dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Sony menjelaskan, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko stroke, kardiovaskuler, kerusakan ginjal dan gangguan saraf. “Perilaku gaya hidup sehat, seperti makan pada waktunya dan berhenti sebelum kenyang juga olahraga dapat mencegah diabetes dan komplikasinya,” tutup Sony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *