Opini

Penanganan Banjir: Naturalisasi vs Normalisasi

Yayat R Cipasang
×

Penanganan Banjir: Naturalisasi vs Normalisasi

Sebarkan artikel ini
(Ilustrasi: Instagram @saskia.gladys)

Pembangunan sumur resapan ini memiliki dua fungsi sekaligus selain mengendalikan banjir juga mengisi air tanah yang sudah sangat kritis yang berdampak pada penurunan permukaan tanah.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam sebuah kesempatan memprediksi Jakarta akan tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Ramalan Biden dan juga tingkat penurunan permukaan tanah yang mencapai 15 sentimeter dan 28 sentimeter per tahun di beberapa wilayah menjadi alasan Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Jakarta ke Kalimantan Timur.

Namun, menurut pakar hidrologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Yanto, PhD, pindah Ibu Kota dengan alasan lantaran penurunan permukaan tanah Jakarta bukan solusi.

Ibu kotanya pindah tapi gedung-gedungnya tetap di Jakarta. Aktifitas ekonomi tetap berjalan di Jakarta. Gedung-gedung tetap operasional dan pasti membutuhkan air.

“Kalau dalam kacamata penurunan permukaan tanah maka pemindahan ibu kota bukan solusi,” kata Yanto dalam mimbar virtual bertajuk “Penurunan Muka Tanah di Jakarta, Pindah Ibu Kota Bisakah Jadi Solusi?”, Kamis (26/1/2023).

“Apalagi selama tiga cara penanganan penurunan permukaan tanah tidak dilakukan yaitu pengisian air tanah kembali, pengurangan penggunaan air tanah dan menyediakan alternatif air dari sumber lain,” ujarnya. [rif]