Scroll untuk baca artikel
Terkini

Pengaruh Rating TV dalam Siaran Bola Malam Hari

Redaksi
×

Pengaruh Rating TV dalam Siaran Bola Malam Hari

Sebarkan artikel ini

Panpel laga Arema vs Persebaya dan kepolisian menyarankan laga dimainkan sore, pukul 15:30 WIB. Namun sayangnya, permohonan tersebut ditolak PT LIB.

BARISAN.CO – Pertandingan sepak bola menjadi program primadona bagi stasiun televisi (TV). Sepakbola menjamin TV mendapat rating – jumlah penonton – tinggi.

Hasil survei AC Nielsen, lembaga yang dianggap resmi industri TV nasional, dari 10 besar program TV peraih rating tertinggi pada 2022, sembilan diantaranya menayangkan program sepakbola nasional.

Berembus kabar pertandingan demi pertandingan sepak bola Indonesia, banyak digelar malam hari, karena alasan rating TV ini. Dan sudah menjadi rahasia umum, laga-laga penting dan menyita perhatian kerap digelar dan disiarkan malam hari.

Salah satu kasusnya adalah laga Arema FC vs Persebaya, yang berujung jadi tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim).

Tragedi tersebut pun disangkut pautkan dengan adanya penolakan PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal permintaan Panitia Pelaksana (Panpel) agar Arema vs Persebaya dapat bermain sore hari.

Diketahui, Panpel Arema telah mengajukan perubahan jam kick off laga lawan Persebaya dengan mengirim surat perubahan kepada PT LIB dari yang semula malam hari pukul 20.00 WIB diganti sore hari pukul 15.30 WIB dengan alasannya; pertarungan yang dihelat pukul 20:00 WIB akan sangat beresiko dari segi keamanan suporter.

“Kami sudah mengajukan perubahan jadwal sesuai surat yang dikirimkan Polres Malang, semula kick off pukul 20:00 WIB diajukan menjadi pukul 15:30 WIB,” kata Abdul Haris dikutip dari Wearemania pada Minggu (2/10/2022).

Awalnya, Panpel meyakini bahwa permohonan perubahan jadwal tersebut akan disetujui oleh PT LIB karena laga kandang lawan Persib pekan kesembilan lalu dikabulkan ke sore hari. Hal itu disampaikan oleh Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Tak hanya Panpel, kepolisian pun juga menyampaikan kalau Arema vs Persebaya disarankan main sore, pukul 15:30 WIB. Namun sayangnya, permohonan tersebut ditolak PT LIB.

“Berdasarkan surat dari PT LIB, jawaban mereka ternyata kick off laga Arema vs Persebaya tetap pukul 20:00 WIB,” sambung Abdul Haris.

Tanggapan PSSI

Sekjen PSSI Yunus Nusi merespons, kalau penentuan jadwal pertandingan sepak bola merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Dan sebelumnya ini juga telah terjadi kesepahaman dan kesepakatan bersama dari semua stakeholder kompetisi Liga 1, PSSI, LIB (Liga Indonesia Baru), sponsor, klub, panpel, bahwa pelaksanaan (jadwal pertandingan) itu telah diatur sesuai jadwal yang telah kami share untuk seluruh kompetisi sampai dengan berakhirnya kompetisi Liga 1,” kata Yunus saat konferensi pers di Stadion Madya Glora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Lebih dalam, Yunus tidak menjelaskan secara spesifik, sejauh mana rating mengatur sebuah pertandingan sepak bola yang ingin disiarkan lewat TV. Dia hanya mengatakan memang ada saran dari sejumlah pihak agar pertandingan sepak bola tidak digelar malam hari.

Berkaca dari peristiwa di Kanjuruhan ini, Sekjen PSSI ini mengakui gelaran pertandingan sepak bola pada malam hari, tidak baik dilakukan. Makanya dia menyebut saran agar jadwal pertandingan sepak bola tidak digelar malam hari akan dipertimbangkan betul-betul oleh PSSI maupun PT LIB.

“Walau demikian di dalam perjalanan terjadi beberapa hal yang ternyata tidak baik bagi kelangsungan kompetisi Liga 1 khususnya dalam aspek keamanan, ini jadi pertimbangan bagi PSSI dan PT LIB untuk mengakomodir tentang penjadwalan yang kita ketahui bersama juga terjadi di pertandingan malam hari,” jelasnya.

Yunus Nusi juga membenarkan bahwa polisi telah mengajukan usulan agar pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya digelar sore hari. Namun, usulan ini ditolak PT LIB.

“Ya pertama untuk jam tanding memang ada permohonan (waktu pertandingan dimajukan) dari pihak kepolisian, tapi yang kemudian dikomunikasikan oleh pihak panpel (panitia pertandingan), yang akhirnya terjadi kesepahaman itu dilaksanakan di malam hari,” katanya.

Yunus menjelaskan, ketika dua klub sepakbola dengan jumlah suporter banyak dan memiliki tingkat rivalitas tinggi seperti Arema FC dan Persebaya Surabaya akan bertanding, pihak-pihak terkait akan berdiskusi agar pertandingan bisa berjalan dengan lancar.

Dari kesepakatan yang telah dilakukan, dia menerangkan suporter dari tim tamu tidak diperkenankan masuk ke stadion. Yunus mengatakan semua pihak berpikir positif bahwa tidak akan terjadi kericuhan.

“Itu sudah disepakati secara bersama-sama dan tentu ketika tim tamu tidak datang ke stadion home, khususnya tadi malam ketika ada Arema, kita pasti memprediksi secara positif, positif thinking bahwa tentu tidak akan terjadi apa-apa karena tidak ada rivalitas, tidak ada lawan suporter kecuali mereka ingin menyaksikan,” ucapnya.

“Dan kita tahu bersama suporter dan penonton datang ke sebuah stadion atau pun mendukung tim dan klubnya, tentunya untuk hiburan dalam rangka keinginan dan kesenangan para supporter menonton sebuah pertandingan. Maka ketika dalam sebuah pertandingan tidak ada rivalitas suporter yang ada, tentu PSSI dan PT LIB menganggap bahwa bahwa tentu kerusuhan atau pertikaian itu sangat jauh kita prediksi,” tambahnya. [rif]