Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Peningkatan Kapasitas Pembangkit Listrik Belum Diimbangi Jaringan Distribusi

Redaksi
×

Peningkatan Kapasitas Pembangkit Listrik Belum Diimbangi Jaringan Distribusi

Sebarkan artikel ini

Distribusi Listrik

Tidak semua listrik yang diproduksi tercatat sebagai penjualan PLN. Sebagiannya hilang karena berbagai sebab, yang dikenal sebagai Transmission and Distribution Losses. Porsi hilang ini pada tahun 2020 mencapai 9,12%. Meski terbilang cukup besar atau masih bisa ditingkatkan efisiensi, telah sedikit lebih baik dibanding tahun 2017-2019. Namun lebih buruk dibanding tahun 2014-2016 yang di bawah 9%.

Dengan menunjuk data-data tersebut beserta beberapa data lain, Awalil mengatakan masalah perlistrikan Indonesia antara lain berupa peningkatan kapasitas pembangkit yang tidak diimbangi oleh penambahan kapasitas dan jaringan distribusi. Salah satu sebab terasa kurangnya “permintaan” juga karena kondisi tersebut.  

Pada tahun 2020, panjang jaringan transmisi tercatat 61.452 kms, dengan jaringan distribusi sepanjang 1.006.265 kms. Sedangkan total kapasitas Gardu Induk mencapai 153.068 MVA, sedangkan kapasitas Gardu Distribusi sebesar 61.556 MVA.

Kondisi tersebut telah mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun 2014. Jaringan transmisi bertambah 16.067 kms dan jaringan distribusi bertambah 80.954 kms. Total kapasitas gardu induk bertambah 66.616 MVA dan gardu distribusi bertambah 14.757 MVA.

Bagaimanapun, tampak bahwa jaringan distribusi kurang mengimbangi laju kenaikan kapasitas pembangkit dan listrik yang bisa diproduksi. Ditambah dengan sebaran daerah yang bertambah belum cukup merata seperti yang diharapkan. 

Indikator terkait dalam soalan ini antara lain rasio elektrifikasi, yaitu perbandingan rumah tangga berlistrik dengan jumlah total rumah tangga. Rasio elektrifikasi sampai dengan akhir tahun 2020 memang mencapai 99,20%. Namun targetnya adalah mencapai 100% sejak tahun 2019.  

Pada saat bersamaan, konsumsi listrik per kapita pun tidak seperti yang diharapkan Pemerintah. Pada tahun 2020 hanya mencapai 1.089 Kwh atau 95,36% dari targetnya yang sebesar 1.142 Kwh. Harus diakui adanya dampak pandemi yang menahan laju konsumsi listrik per kapita yang telah sebesar 1.084 Kwh pada tahun 2019. Namun, tahun 2019 pun tidak sesuai targetnya yang sebesar 1.200 Kwh.

Kuliah Awalil juga menyampaikan beberapa soalan lainnya dalam sektor perlistrikan di Indonesia. Rekaman kuliah selengkapnya dapat dilihat pada akun youtube Awalil Rizky. [rif]