Penjualan Eceran Meningkat Pada Desember 2020, Tetapi Belum Pulih

  • Whatsapp
Penjualan eceran meningkat pada Desember 2020. Ilustrasi: shutterstock

BARISAN.COPenurunan penjualan eceran selama November 2020 menurun dibanding Oktober 2020 (secara bulanan) dan November 2019 (secara tahunan).

Hal itu terbaca dari hasil survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dirilis pada hari Selasa (12/01/2021). Data surveI menyajikan Indeks Penjualan Riil November sebesar 181,3 turun 1,2% dari Oktober dan turun -16,3% dari November 2019.

Bacaan Lainnya

Berita baiknya, survei memprakirakan penjualan eceran membaik pada Desember 2020 dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) sebesar 186,5 atau 2,9% dari November.

Peningkatan itu menurut Bank Indonesia didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan tahun baru.

Seluruh kelompok barang diprakirakan mengalami pertumbuhan yang positif. Peningkatan tertinggi akan terjadi pada dua kelompok, yaitu Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya.

Selengkapnya, laju pertumbuhan IPR Desember 2020 berdasar 7 kelompok barang adalah sebagai berikut: Suku Cadang dan Aksesori (3,6%); Makanan, Minuman & Tembakau (2,4%); Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (3,1%); Peralatan Informasi dan Komunikasi (4,5%); Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (3,0%); Barang Budaya dan Rekreasi (2,1%); dan Barang Lainnya (5,7%).

Penjualan eceran secara bulanan ini menunjukkan perbaikan di sejumlah kota. Diantaranya adalah Jakarta yang tumbuh sebesar 3,1%, dan Surabaya yang tumbuh sebesar 3,7%. Pertumbuhan di kota Bandung masih minus, namun telah membaik dibanding bulan sebelumnya.

Sayangnya, jika dilihat secara tahunan, kinerja penjualan eceran pada Desember 2020 masih termasuk fase kontraksi. Penjualan eceran masih jauh lebih sedikit dibanding Desember 2019, terindikasi dari IPR Desember 2020 (186,5) dan Desember 2019 (235,1). Bahkan, merupakan penurunan atau kontraksi terdalam selama ini, mencapai -20,7%.

Penjualan eceran secara tahunan ini terkontraksi cukup dalam di Jakarta (-48,9%), Semarang (-34,8), dan Bandung (-33,9%). Beberapa kota masih memperlihatkan kenaikan penjulan eceran, meski sangat kecil, seperti Surabaya dan Manado.

Kontributor: Rachmawati
Editor: Ananta Damarjati

Redaksi
Latest posts by Redaksi (see all)

Pos terkait