Repolusi: Revolusi Akhlak vs Revolusi Mental

  • Whatsapp
Revolusi bunga
Tanaman dan Filsafat Eksistensi

Barisan.co – Di Pondok Pesantren ilmu yang awal diajarkan ilmu tentang adab. Jika berkait dengan bidang pendidikan para santri diajarkan kitab Talim Al Mutaalim karya Imam Al Zarnuji dan Adabul Alim wa Al Mutaalim karya KH. Hasyim Asyari.

Belajar tentang aspek nilai adab dan akhlak. Begitu juga adab orang berilmu dan pencari ilmu. Memahami arti penting prinsip-prinsip di pesantren. Prinsip pertama yang harus ditanamkan adalah prinsip teosentris yakni bahwa segala aktivitas sebagai nilai ibadah kepada Allah Swt. Selanjutnya prinsip pentingnya restu Kiai, kemandirian, dan kesederhanaan.

Bacaan Lainnya

Dulu para ulama sangat perhatian pada persoalan adab dan akhlak. Kiai mengarahkan santri belajar adab sebelum mempelajari bidang ilmu pengetahuan. Dasar segala ilmu adalah adab dan adab adalah perhiasan.

Saya jadi ingat Andri Bajel. Suatu ketika Abah Yai membuka jendela mobil pas di sampingku. Sikap santri melihat mobilnya lewat saja ia akan langsung menunduk. Apalagi yang lewat Kiainya.

“Jadi pulang kapan?”

“Mene, Bah,” jawabku.

Jawaban singkat saya kepada Abah Yai menjadi persoalan bagi Andri Bajel. Saya dikatakan tidak punya adab.

“Cuk, santri tidak punya akhlak,” kata Bajel.

Kata “mene” bahasa Jawa Timur artinya besok. Mene ternyata bahasa kasar. Kurang sopan jika diterapkan kepada Kiai.

Oalah..itu barangkali tingkat makrifat saya. Bahasa hati Kiai dengan Santri yang belum bisa dipahami santri lain kwkw. Itulah pentingnya adab.

Maka biar dibilang melakukan pembaharuan digaugkan atas nama revolusi. Juga biar dibilang revolusioner. Baik revolusi mental maupun revolusi akhlak.

Sebagaiman kata Jean Paul Sartre, “Kebudayaan sejati adalah revolusi.”

Wajar saja. Ini bukan filsafat eksistensialisme, antara eksistensi dengan esensi. Kata Sartre juga, “Manusia fokusnya tidak esensi, tapi eksistensi.”

Esensi manusia tidak bisa dijelaskan, sebagaimana tanaman. Seseorang ketika melihat tanaman, bisa mengatakan tanaman hias, memiliki bunga berwarna-warni maupun dapat dikembangbiakan dengan batangnya.

Supaya saya tetap memiliki eksistensi. Maka saya buat status dengan foto bunga. Nikmat  Indonesia manakah yang kamu dustakan.

Taman Akademi, 19/11/2020

Lukni An Nairi

Pos terkait