Seni dan Ekspresi Politik, SeBUMI Rayakan Ulang Tahun ke-10

  • Whatsapp
SeBUMI

Barisan.co – Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia (SeBUMI) merayakan ulang tahun yang ke-10.  Mengusung tema Komitmen Sosial Seni Sebagai Ekspresi Politk. Berlangsung di Gedung Balai Kesenian Remaja (BKR) Kendal. Acara juga disiarkan langsung melalu laman Facebook: https://www.facebook.com/kelanask, Rabu (30/9/2020).

Kelana Siwi menjelaskan Serikat Rakyat Miskin (SRMK) Kota pada waktu itu adalah organ sayap Partai Rakyat Demokratik (PRD). Ketika pada tahun 2010 terjadi pemecatan terhadap kawan-kawan yang tidak sepakat karena PRD berkoalisi dengan Partai Bulan Bintang (PBB).

Bacaan Lainnya

“Konggres kami yang ke-4 di Bogor. Kami mengubah diri menjadi Serikat Kebudayaan Masyarakat Indonesia (SeBUMI)  hingga saat ini. Kami organ kebudayaan, bukan menjadi underbow partai politik manapun. Kita bekerja dengan kawan-kawan sesuai jalan demokrasi kerakyatan.”

Kelana Siwi yang juga aktif di Komunitas Kaligawe melanjutkan bahwasanya pada tahun ulang tahun ke-10 kita akan menggelar sebuah diskusi. Karena bagi kami, persoalan kebudayaan bukan sekadar berkarya saja tapi juga berdiskusi. Ini akan menjadi ruh atau isian karya kami.

Selanjutnya acara diskusi dipandu Sergio dari Kolektif Pembebasan Kota Semarang. Acara dibuka dengan pembacaan puisi Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin (Lesbumi) NU Jawa Tengah Lukni Maulana An Nairi.

Cinta dari Komunitas Ruang Bebas Ruang Kendal, mengatakan kami salah satu gerakan protes. Kawan-kawan komunal yang sifatnya otonom.

“Kami memiliki program melapak baik makanan, pakaian, maupun barang. Kami tidak menerima donasi berupa uang. Menerima barang yang kami donasikan kepada tuna wisma dan gelandangan,” tuturnya

Sementara itu, Ardian dari Komunitas Kabelan menerangkan kalau Komunitas Kabelan merupakan perkumpulan orang-orang yang ingin berusaha secara kerakyatan. Bentuknya berupa koperasi.

Dengan koperasi membuat unit usaha warung kopi sebagai medium untuk tempat berdiskusi. Karena untuk membangun negeri ini membutuhkan grup-grup diskusi yang konstruktif. Tentunya dibarengi dengan aksi.

Menurut Ardian, politik di Indonesia sudah mulai membias. Tadinya berpolitik berjualan ide dan gagasan membangun negeri ini. Berubah menjadi hanya untuk mendapatkan suara, berorientasi meraih kekuasaan.

Video pilihan:

Redaksi

Pos terkait