Kesehatan

Tepeng Steven & Coconut Treez Meninggal Setelah Dinyatakan Negatif Covid-19, Begini Kata Dokter

Avatar
×

Tepeng Steven & Coconut Treez Meninggal Setelah Dinyatakan Negatif Covid-19, Begini Kata Dokter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Instagram.com/stevenandcoconuttreez

BARISAN.CO – Kemarin (22/6/2021) dunia musik tanah air berduka. Vokalis grup musik Steven & Coconut Treez, Steven Nugraha Kaligis alias Tepeng meninggal dunia.

Menurut penjelasan keluarga, Tepeng sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Medika BSD, Tangerang Selatan akibat terinfeksi Covid-19. Namun, hasil tes terakhir menunjukkan Tepeng sudah dinyatakan negatif per Senin (21/6/2021).

Adik Tepeng, Aponk membuka penyebab kematian kakaknya itu. “Gagal ginjal,” ungkapnya usai pemakaman.

Putra, Manajer Steven & Coconut Treez membenarkan pernyataan tersebut. Tepeng sudah lama mengidap penyakit gagal ginjal. “Sudah hampir 4 tahun,” tuturnya.

Gagal ginjal merupakan salah satu komorbid atau penyakit bawaan yang memiliki risiko kematian cukup tinggi. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pernah mengatakannya pada keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta tahun lalu.

“Penyakit ginjal memiliki risiko kematian 13,7 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki ginjal. Penyakit jantung memiliki risiko kematian 9 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit jantung,” katanya.

Selain itu, penyakit diabetes melitus (DM) memiliki risiko kematian 8,3 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki penyakit ini. Sementara pasien dengan hipertensi dan autoimun memiliki risiko 6 kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak memiliki kedua penyakit tersebut.

Sekretaris Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Kota Brebes dr. Suhartono, SH., MH., C.Me menjelaskan pada pasien Covid-19 kerap terjadi badai sitokin atau cytokine strom yakni reaksi berlebih sistem kekebalan tubuh.

“Ketika SARS-CoV-2 memasuki tubuh, sel-sel darah putih akan meresponnya dengan memproduksi sitokin,” ujarnya.

Ia melanjutkan, sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh untuk melakukan berbagai fungsi penting dalam penanda sinyal sel. Sitokin lalu bergerak menuju jaringan yang terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel tersebut untuk memicu reaksi peradangan.

“Reaksi peradangan inilah yang akan menimbulkan trombus atau gumpalan di dalam pembuluh darah. Jika pasien memiliki komorbid seperti DM, hipertensi, dan lain-lain akan memperberat dikarenakan pembuluh darah tersebut sudah tidak baik,” paparnya.

Pada penderita Covid-19 dengan penyakit ginjal, sirkulasi darahnya menjadi tidak bagus, sehingga bisa menyebabkan kematian meskipun sudah dinyatakan negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *