Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Tingginya Potensi Ekonomi Porang

Redaksi
×

Tingginya Potensi Ekonomi Porang

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Porang tergolong komoditi baru untuk ekspor Indonesia. Terpantau, Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor porang pada 2012 sebanyak sekitar 61 ton ke China, dilansir dari Trade Map. Seterusnya, permintaan pasar dunia terhadap porang Indonesia pun terus bertambah.

Pada 2021, ekspor Indonesia sudah menembus 3,32 ribu ton dengan nilai sebesar 3,39 juta dollar Amerika Serikat (AS). Melejitnya kenaikan ekspor porang tentunya sayang untuk tidak digarap secara serius oleh pemerintah Indonesia. Karenanya, di tahun yang sama, porang telah ditetapkan sebagai komoditas yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (GRATIEKS).

Permintaan Porang

Porang yang dapat diolah menjadi tepung glukomanan, beras porang, dan beberapa olahan lainnya membuatnya banyak diminati, tidak hanya oleh pasar domestik tapi juga pasar mancanegara.

“Apalagi, harga porang di pasar ekspor saat ini terus meningkat,” sebut Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Putu Juli Ardika dikutip dari laman Kemenperin (15/12/2022)..

Melihat potensi ekonomi porang, tak sedikit dari investor yang melirik sektor ini. “Dari sisi produksi (porang) sudah cukup meningkat, termasuk juga investasi di sektor ini mulai bertambah,” terang Putu. Dengan suntikan dana investor, industri porang pun kian tumbuh, bahkan kapasitas produksinya sudah mampu untuk mengolah porang menjadi produk tepung glukomanan.

Selanjutnya, Putu menegaskan bahwa pemerintah lewat Kemenperin tengah berfokus untuk mengoptimalkan implementasi kebijakan hilirisasi sektor porang itu, salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak dan stakeholder terkait untuk menyerap porang dalam negeri secara optimal.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendapatkan solusi yang komprehensif,” katanya. Selain itu, Putu juga mengharapkan kolaborasi itu dapat menjadi cikal bakal terbentuknya sebuah ekosistem atau wadah untuk pengembangan industri pengolahan porang yang inovatif serta berdaya saing.

Indonesia Cocok Untuk Budidaya Porang

Untungnya, tanaman porang tergolong tanaman yang mudah dibudidayakan sekaligus tidak memerlukan banyak perhatian khusus sehingga tidak membutuhkan banyak biaya untuk merawatnya.

Itu sebabnya, Putu optimis pengembangan budidaya porang di Indonesia tidak menemui banyak kendala. “Tanaman porang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi tanah,” bebernya. “Indonesia seharusnya tidak akan memiliki kendala berarti dalam hal pemenuhan bahan baku (porang),” lanjutnya.

Saat ini, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), tanaman porang banyak tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan beberapa daerah lainnya dengan perkiraan total luasan lahan sekitar 47,64 ribu hektare.

Dengan luasan lahan sebesar itu, Putu mengestimasi produksi porang dalam negeri lebih dari 714.000 ton dalam setahun. “Jika 1 hektare lahan (porang) menghasilkan 15 ton, maka estimasi produksi porang kurang lebih 714.000 ton dalam satu tahun,” jelasnya. [rif]