3. Dorong dan bantu anak-anak untuk menjadi yang terbaik—apa pun yang mereka lakukan.
Kerendahan hati bekerja paling baik ketika anak Anda benar-benar telah mencapai sesuatu. Bantu anak Anda mencapainya dengan percaya diri.
Sikap percaya diri yang tumbuh dan didorong memengaruhi cara anak-anak mengembangkan kemampuannya beradaptasi di tengah-tengah orang lain. Anak dengan kemampuan bersikap baik memiliki kemampuan juga bersikap rendah hati.
4. Pastikan mereka memahami nilai.
Anak-anak perlu tahu bahwa prestasi, penampilan, dan kemampuan bukanlah yang memberi mereka nilai. Lebih mudah untuk menghindari kesombongan atau arogansi ketika anak-anak memahami bahwa mereka dihargai hanya karena mereka adalah anak Anda. Anak-anak perlu tahu bahwa prestasi, penampilan, dan kemampuan bukanlah yang memberi mereka nilai. Sikap atau karakter lah yang akan membuat nilai mereka tinggi sebagai individu.
5. Jangan pernah mempermalukan anak-anak Anda.
Kerendahan hati tidak bisa dipaksakan. Sangat penting untuk tidak memunculkan pola asuh dengan amarah, hujatan, ancaman atau pemukulan dalam pendidikan kerendahan hati.
6. Ceritakan pada anak Anda orang-orang hebat dalam sejarah dan kisah-kisah mereka.
Sejarah hidup para nabi, pejuang kemanusiaan dari belahan dunia dan para dermawan. Kisah orang-orang hebat adalah ilustrasi yang bisa anak-anak serap dan jadikan gambaran imajinatif karakter positif yang bisa mereka tiru.
7. Ajari mereka untuk melayani;
- melayani para tunawisma
- melayani orang miskin
- melayani keluarga mereka
- melayani satu sama lain
8. Latih mereka tentang cara merespons.
Anak-anak perlu diajari untuk mengatakan, “tolong” dan “terima kasih” sebanyak mereka perlu diajarkan untuk menyikat gigi dan menjauhi jalan raya. Ajarkan kalimat respons positif ketika berinteraksi dengan orang lain.
Latih mereka untuk tulus memuji sahabatnya karena perbuatan baik, karena suka memberi, atau suka menolong.
9. Ajari mereka cara meminta maaf.
Permintaan maaf yang tepat waktu dan tulus adalah komponen kunci kerendahan hati. Terkadang mereka salah; mereka perlu mengakui itu. Terkadang mereka melampaui batas dan sudah waktunya untuk mundur. Terkadang, mereka menerima konsekuensi yang tidak disengaja yang perlu mereka perbaiki.
10. Ajari mereka untuk bersyukur.
Hati yang benar-benar bersyukur adalah kunci pembangun kerendahan hati. Syukur, dipraktekkan dan akhirnya dimiliki, meningkatkan kerendahan hati di setiap kesempatan. Orang yang mengatakan “terima kasih” mempengaruhi postur yang sederhana dan sederhana.
Coba ini: setiap kali seseorang memberikan pujian, katakan saja, “terima kasih.” Ini adalah jenis respons yang akhirnya meresap, menumbuhkan akar, dan menumbuhkan kerendahan hati.