Scroll untuk baca artikel
Edukasi

Vlog Keluarga, Cara Modern Mengeksploitasi Anak Demi Keuntungan

Redaksi
×

Vlog Keluarga, Cara Modern Mengeksploitasi Anak Demi Keuntungan

Sebarkan artikel ini

Telah sejak lama, Chris tertarik dengan kebijakan publik. Dia menghubungi para anggota parlemen AS yang mungkin saja akan bertindak. Anggota parlemen Demokrat AS di Everett, Emily Wicks terkesan dengan kerja keras Chris. EMily menyebut tidak tahu-menahu persoalan ini sebelum berkomunikasi dengan Chris.

“Anda mulai berpikir tentang bagaimana (vlog) memengaruhi kehidupan anak dan masa depan mereka,” kata Emily.

Atas desakan itu, anggota parlemen Washington, baru-baru ini mengusulkan House Bill (HB) 2032 yang menyatakan:

“Beberapa anak difilmkan dengan detail kehidupannya yang sangat pribadi, dibagikan di internet untuk kompensasi sejak lahir. Selain kehilangan privasi yang parah, anak-anak ini tidak menerima pertimbangan untuk penggunaan dan pertukaran hak milik pribadi mereka.”

Dalam HB 2032 itu berisi persentase pendapatan saluran akan diserahkan kepada anak ketika mereka berusia 18 tahun dan ketika anak mencapai usia dewasa, individu tersebut dapat meminta perusahaan teknologi untuk menghapus semua konten dari platform tempat konten tersebut dibagikan.

Tampaknya ini menjadi salah satu upaya pertama parlemen AS mengatasi masalah ini. Menurut Wicks, tujuan utama dari HB 2032 adalah untuk mendapatkan beberapa ide besar yang dimiliki oleh Chris dan memasukkannya ke UU tersebut.

Direktur Kebijakan untuk Pusat Demokrasi Digital AS, Katharina Kopp sepakat bahwa vlog keluarga yang dimonetisasi bermasalah.

“Ini adalah bentuk pekerja anak dan eksploitasi anak. Platform digital seperti Facebook dan Google atau Youtube memungkinan praktik ini saat mereka beroperasi tanpa memerhatikan kesejahteraan anak-anak dan anak di bawah umur secara umum,” ungkap Katharina. [ysn]