Scroll untuk baca artikel
Ragam

Bulan Syaban Datang, Ini Keutamaan dan Amalan-amalannya

Redaksi
×

Bulan Syaban Datang, Ini Keutamaan dan Amalan-amalannya

Sebarkan artikel ini
keutamaan bulan syaban
Ilustrasi

Bulan Syaban adalah satu bulan Hijriah sebelum bulan Ramadhan. Sehingga tak sedikit yang memanjatkan doa dengan menyematkan harapan untuk dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.

BARISAN.CO – Bulan Syaban merupakan bulan yang istimewa. Sya’ban dalam istilah bahasa Arab berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung. Islam kemudian memanfaatkan bulan ini sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan, demi mencapai kebaikan.

Selain itu, bulan Syaban menjadi bulan terakhir bagi seorang muslim untuk membayar hutang puasa Ramadan pada tahun sebelumnya.

Keutamaan Bulan Sya’ban

Pada bulan ini, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri untuk menjemput datangnya bulan termulia dengan penuh suka cita dan pengharapan anugerah dari Allah SWT karena telah mulai merasakan suasana kemuliaan Ramadhan. Hal ini tercantum dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i.

Rasulullah SAW bersabda,

ذاكَ شهر تغفل الناس فِيه عنه ، بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، وأحب أن يرفع عملي وأنا صائم — حديث صحيح رواه أبو داود النسائي

Bulan Sya’ban adalah bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal. Karenanya, aku menginginkan pada saat diangkatnya amalku, aku dalam keadaan sedang berpuasa.” (HR Abu Dawud dan Nasa’i)

Sementara berdasarkan hadis Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah, bahwa Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada ketika Sya’ban.

Periwayatan ini kemudian mendasari kemuliaan Sya’ban di antar bulan Rajab dan Ramadhan.

Karenanya, pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir dan meminta ampunan serta pertolongan dari Allah Swt.

Pada bulan ini, sungguh Allah Swt banyak sekali menurunkan kebaikan-kebaikan berupa syafaat (pertolongan), maghfirah (ampunan), dan itqun min adzabin naar (pembebasan dari siksaan api neraka).

Sementara dikutip dari muhammadiyah.or.id, Rasulullah dalam hadis riwayat anjuran berpuasa juga dikatakan dalam riwayat Usamah bin Zaid RA.

“Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa,” demikian penjelasan Rasulullah melalui hadis riwayat Usamah bin Zaid RA.

Namun, kendati Rasulullah Muhammad Saw menganjurkan umat Islam berpuasa, Rasulullah Saw juga mewanti-wanti umat Islam untuk memahami kemampuan dirinya dalam mengadakan puasa sunnah. Jadi tidak berlebih-lebihan, bahkan cenderung memaksakan andaikata kondisi tidak memungkinkan.

Hal ini perlu diperhatikan, karena di bulan Ramadan seorang muslim diwajibkan berpuasa penuh selama 30 hari.

Jika melaksanakan puasa penuh pada Sya’ban, dikhawatirkan seseorang akan terganggu keikhlasannya dalam menjalankan puasa Ramadan.

Malam Nisfu Sya’ban

Keistimewaan Bulan Sya’ban, mengutip dari dari NU online, terletak pada pertengahannya yang biasanya disebut sebagai Nishfu Sya’ban.

Secara harfiyah istilah Nisfu Sya’ban berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban.

Kaum Muslimin meyakini bahwa pada malam ini, dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia, yakni Raqib dan Atid, menyerahkan catatan amalan manusia kepada Allah SWT, dan pada malam itu pula buku catatan-catatan amal yang digunakan setiap tahun diganti dengan yang baru.

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan).

Menurut al-Ghazali, pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.

Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun.

Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah Swt.

Sementara, para ulama menyatakan bahwa Nisfu Sya’ban juga dinamakan sebagai malam pengampunan atau malam maghfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hamba-Nya yang saleh.

Maka dari itu, karena itu mulai bulan ini, marilah kita sebagai umat Islam mulai mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci Ramadan. [rif]