Iran menetapkan Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret, berbeda dengan sejumlah negara lain.
BARISAN.CO – Perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri kembali terjadi di sejumlah negara, termasuk di Timur Tengah. Pemerintah Iran menetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berbeda dengan beberapa negara lain yang merayakannya sehari lebih awal.
Penetapan tersebut diumumkan setelah proses rukyat atau pengamatan hilal. Kantor pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa 20 Maret 2026 menjadi hari ke-30 Ramadan, sehingga Idul Fitri dirayakan keesokan harinya.
Keputusan serupa juga diumumkan di Irak oleh ulama Syiah terkemuka, Ali al-Sistani, yang menetapkan tanggal Lebaran yang sama.
Penentuan ini mengikuti metode kalender lunar Islam yang bergantung pada terlihatnya bulan sabit (hilal).
Menariknya, di Iran, hari terakhir Ramadan tahun ini bertepatan dengan perayaan Nowruz, yaitu tahun baru Persia yang jatuh pada ekuinoks musim semi.
Perayaan ini menandai awal tahun dalam kalender Iran dan melambangkan pembaruan, harapan, serta kehidupan baru.
Nowruz dirayakan tidak hanya di Iran, tetapi juga di berbagai negara kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah, dengan tradisi khas seperti menata meja Haft-Seen, berkumpul bersama keluarga, serta berbagai ritual budaya yang telah berlangsung selama ribuan tahun.
Sementara itu, sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut dilakukan setelah hilal tidak terlihat pada 29 Ramadan, sehingga bulan puasa disempurnakan menjadi 30 hari.
Perbedaan ini mencerminkan variasi metode penentuan awal bulan Hijriah di masing-masing negara, meskipun sama-sama berlandaskan pada pengamatan hilal dan perhitungan astronomi. []









