Scroll untuk baca artikel
Berita

Kasus Sritex Seret Babay Farid Wazdi, Chozin Amirullah Soroti Ironi Keadilan

×

Kasus Sritex Seret Babay Farid Wazdi, Chozin Amirullah Soroti Ironi Keadilan

Sebarkan artikel ini
Kasus Sritex Seret Babay Farid Wazdi, Chozin Amirullah Soroti Ironi Keadilan
Babay Farid Wazdi dan M. Chozin Amirullah (Kanan)

Muhammad Chozin Amirullah menilai Babay Farid Wazdi menjadi korban kriminalisasi dalam perkara hukum kasus Sritex.

BARISAN.CO – Muhammad Chozin Amirullah menilai perkara hukum yang menjerat Babay Farid Wazdi dalam kasus kredit PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menunjukkan ironi keadilan.

Menurutnya, Babay justru berpotensi menjadi korban kriminalisasi di tengah megaskandal utang perusahaan tekstil tersebut.

Chozin menyampaikan, total utang tetap Sritex per Januari 2025 mencapai Rp29,88 triliun dengan melibatkan 28 bank kreditur, mulai bank nasional, BUMN, BPD, hingga bank asing.

Namun, di tengah kompleksitas persoalan itu, nama Babay Farid Wazdi justru terseret ke proses pidana.

“Mas Babay seolah menjadi tumbal di antara puluhan institusi keuangan ini,” kata Chozin dalam pernyataan tertulisnya di kompasiana.com.

Ia mengungkapkan, dalam sidang pledoi pada 28-29 April 2026, terungkap bahwa Babay tidak pernah menerima aliran dana dan baru pertama kali bertemu direksi Sritex di Lapas Semarang pada November 2025, setelah proses kredit selesai.

Menurut Chozin, Babay juga menegaskan seluruh proses pemberian kredit telah mengikuti prosedur business judgment rule, sedangkan dugaan pelanggaran justru berasal dari rekayasa sistemik internal pihak debitur.

“Bagaimana mungkin seorang profesional yang tidak memiliki niat jahat dan tidak mendapatkan keuntungan materiil justru memikul beban dosa kolektif sebuah megaskandal?” ujar pengelola YouTube Podcast Pedjuang ini.

Chozin meminta aparat penegak hukum bersikap objektif dan tidak menghukum pihak yang tidak bersalah. Ia berharap Pengadilan Tipikor Semarang mampu menghadirkan keadilan dalam perkara tersebut.

“Keadilan mungkin datang terlambat, tapi ia tidak boleh absen,” tegasnya Pembina Gerakan Turuntangan. []