BARISAN.CO – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus resmi melepas 2.274 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 162 desa/kelurahan yang tersebar di 12 kecamatan, meliputi sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus dan tiga kecamatan di Kabupaten Pati, Rabu (29/7/2026).
Mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi”, pelepasan mahasiswa KKN tahun ini tidak hanya menjadi awal pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen UIN Sunan Kudus dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pendekatan lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan 12 kecamatan.
Bibit pohon tersebut menjadi simbol bahwa mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program pemberdayaan masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak kesadaran ekologis di desa-desa.
Melalui implementasi konsep ekoteologi, mahasiswa diajak memandang pelestarian lingkungan sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi.
Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., menegaskan bahwa penyerahan bibit pohon bukan sekadar seremoni, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui aksi nyata selama pelaksanaan KKN.
“Program Internalisasi Ekoteologi ini merupakan tindak lanjut Asta Protas Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Saya berharap mahasiswa mampu menjadi inspirator di desa-desa untuk mengajak masyarakat menjaga kelestarian lingkungan. Tokoh agama memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama,” ujarnya.
Selain menjalankan program pengabdian, Rektor juga mengingatkan bahwa seluruh peserta KKN merupakan duta UIN Sunan Kudus yang membawa nama baik almamater di tengah masyarakat.
Mahasiswa diminta mampu mengoptimalkan potensi desa, membangun kolaborasi dengan masyarakat, sekaligus memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi lokal secara positif.
“Explore potensi desa masing-masing. Angkat keunggulan desa melalui media sosial dengan narasi positif. Jangan menyebarkan ujaran kebencian atau informasi negatif. Publikasikan hal-hal baik agar potensi desa semakin dikenal dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kudus, Dr. Abdul Karim, S.S., M.A., menjelaskan bahwa KKN Tahun 2026 dirancang sebagai bentuk pengabdian yang mampu menjawab tantangan pembangunan desa sekaligus isu keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi” mendorong mahasiswa hadir sebagai problem solver dengan mengintegrasikan keilmuan akademik, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan.
“Konsep ekoteologi menekankan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab keimanan. Kami berharap mahasiswa mampu memadukan keilmuan akademik dengan nilai-nilai spiritual untuk menggali dan mengembangkan potensi desa, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pelepasan 2.274 mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Tahun 2026 ditandai dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol dimulainya pengabdian kepada masyarakat. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kudus didampingi Wakil Rektor I, Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), para dekan, serta jajaran LPPM UIN Sunan Kudus. []









