Scroll untuk baca artikel
Berita

Gunungan Sayuran Gumi Lestari Jadi Ikon Sedekah Bumi di Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang

×

Gunungan Sayuran Gumi Lestari Jadi Ikon Sedekah Bumi di Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang

Sebarkan artikel ini
Gunungan Sayuran Gumi Lestari
Gunungan sayuran yang dipamerkan Komunitas Gumi Lestari pada Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang, Minggu (21/6/2026).

Gunungan sayuran Gumi Lestari menjadi ikon edukasi tradisi sedekah bumi di Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang.

BARISAN.CO – Gunungan sayuran yang dihadirkan Komunitas Gumi Lestari menjadi ikon tradisi sedekah bumi dalam rangkaian Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang (USM), Minggu (21/6/2026).

Gunungan yang tersusun dari berbagai hasil bumi segar itu dipajang di stand Gumi Lestari dan menarik perhatian mahasiswa, dosen, serta masyarakat yang menghadiri perayaan tersebut.

Kehadiran gunungan sayuran tidak hanya menjadi daya tarik visual, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda. Melalui tampilan gunungan secara langsung, pengunjung dapat mengenal bentuk, makna, dan filosofi tradisi sedekah bumi yang telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa.

Komunitas Gumi Lestari sengaja menghadirkan simbol sedekah bumi di lingkungan kampus sebagai upaya memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada kalangan akademisi.

Tradisi tersebut mengandung pesan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam.

Gunungan yang tersusun dari aneka sayuran segar juga menjadi representasi kekayaan sumber daya alam dan hasil pertanian lokal. Melalui kegiatan ini, Gumi Lestari ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesadaran lingkungan.

Selain memperkenalkan tradisi sedekah bumi, kehadiran gunungan sayuran di Dies Natalis USM menjadi bagian dari kampanye edukasi lingkungan yang menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan alam di tengah perkembangan zaman dan modernisasi.

Komunitas Gumi Lestari berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai ruang publik dan lingkungan pendidikan. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal tradisi leluhur sebagai warisan budaya, tetapi juga memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, termasuk rasa syukur, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui momentum Dies Natalis ke-39 Universitas Semarang, Gumi Lestari menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat budaya lokal sebagai media edukasi sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan warisan budaya bangsa. []