Apa Kata Dosen tentang Kualitas Skripsi Mahasiswa Lulusan Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi: unsplash.com/@corinnekutz

Barisan.co – Di masa pandemi, kampus bertransformasi. Tak terkecuali Universitas Nasional (Unas) yang memberlakukan kuliah daring termasuk bagi mahasiswa yang sedang skripsi.

Sejak setahun terakhir, Unas telah menerapkan sistem blended learning, yakni campuran antara tatap muka dan tatap maya. Namun karena pandemi, seperti dikatakan Dian Metha dosen komunikasi Unas, kegiatan kuliah termasuk bimbingan skripsi lebih sering dilakukan dengan tatap maya.

Bacaan Lainnya

“Semua tools harus digunakan baik Whatsapp, Zoom, maupun BigBlueButton (web conference yang tersedia dalam platform web Unas-red) agar pesan tersampaikan. Kadang saya ini orang yang harus langsung ketemu agar dapat menjelaskan maksud saya untuk koreksian skripsi. Pakai review comment juga pernah,” ujarnya kepada tim Barisan.co, Sabtu (10/10).

Metha tidak sependapat dengan anggapan bahwa mahasiswa lulusan pandemi Covid memiliki kualitas skripsi yang turun akibat kurangnya waktu untuk terjun ke lapangan. Ia menilai hal itu tidak dapat digeneralisasi karena communication tools dapat dimanfaatkan dalam melakukan penelitian.

“Wawancara narasumber itu kan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Kemudian kayak kuantitatif, responden bisa ditemui melalui video call mungkin atau melalui email. Tanpa pandemi pun ada juga skripsi-skripsi kurang berkualitas,” ujar Metha dalam pesan singkat.

Menurut Metha, penurunkan kualitas skripsi tergantung dari penelitian yang dihasilkan oleh mahasiswa dan pemilihan penelitian yang akan dilakukan.

Metha memberikan saran kepada mahasiswa jurusan komunikasi bahwa dalam memilih judul skripsi seharusnya update terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Jadi, kayak sekarang kondisi Covid, kita di (jurusan) komunikasi ini harus memang diarahkan lebih ke analisis konten seperti itu, konten sosial media, kemudian komunikasi saat pandemi, seperti itu. Diarahkannya kepada situasi atau fenomena terkini yang ada di Indonesia. Jadi nanti metode penelitian kemudian operasionalisasi penelitiannya akan menyesuaikannya seperti itu,” tutupnya.

Sejak 2019 tahun lalu, Unas telah menerapkan metode blended learning yang merupakan perpaduan antara pertemuan tatap muka dan tatap maya dengan memanfaatkan teknologi digital. Unas sendiri telah memiliki platform yaitu webkuliah.unas.ac.id di mana para pengajar dan mahasiswa dapat melakukan diskusi baik diskusi tertulis maupun video conference.

Pos terkait