Bagaimana Mengelola Rumah Tangga yang Baik untuk Pendidikan Anak?

  • Whatsapp
Nurfadillah Ahmad
Nurfadillah Ahmad menjelaskan tentang pendidikan anak dalam Mimbar Virtual barisan.co bertema 'Menjadi Orangtua dan Guru yang Hebat', Selasa, 21 Juli 2020/Foto: Barisan.co

Barisan.co – Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama, sekaligus pondasi pembentukan karakter bagi anak. Persoalannya, tak sedikit orangtua salah dalam mengelola rumah tangga, yang acapkali berujung pertengkaran di depan anak-anak mereka.

Pun, dalam banyak kasus, pertengkaran orangtua tak jarang merembet kepada perlakuan kekerasan (abuse) kepada anak. Menurut Direktur Pergerakan Perempuan (Puan) Barisan Nusantara, Nurfadillah Ahmad, hal demikian biasanya menimbulkan masalah kompleks pada perkembangan anak.

Bacaan Lainnya

“Alasan paling sering kenapa orangtua bertengkar adalah soal nafkah. Kalau ini berujung pada konflik di hadapan anak, akan menyebabkan gangguan fungsi-fungsi psikososial kepada anak.” Kata Nurfadillah dalam acara Mimbar Virtual oleh barisan.co bertema Menjadi Orangtua dan Guru yang Hebat, Selasa (21/07/2020).

Menurut Nurfadillah, orangtua yang kurang harmonis hanya akan menjadi stressor yang menyebabkan fungsi pendidikan anak dalam keluarga tidak berjalan. Pada gilirannya, tumbuh kembang anak pun terganggu, baik itu yang menyangkut fisik, mental, sosial, dan spiritual anak. Itulah mengapa orangtua perlu menjaga keharmonisan dalam rumah tangga.

“Mengupayakan keharmonisan dalam keluarga sebetulnya dapat melalui pembagian peran antaranggota keluarga. Dimulai dari ayah sebagai kepala keluarga, pencari nafkah, pemberi rasa aman, dan pendidik utama. Lalu ibu sebagai pengasuh, pelindung, di samping juga berperan mencari nafkah tambahan. Kemudian anak melaksanakan perannya sesuai tingkat perkembangannya.” Kata Nurfadillah.

Dengan begitu, dan jika pembagian peran tersebut berjalan baik, akan tercipta lingkungan rumah yang nyaman, aman, dan menyenangkan terutama bagi anak. Apalagi dalam situasi pandemi, saat anggota keluarga lebih intens berkumpul, tentu keharmonisan patut dipelihara di dalam rumah.

Selain itu, saat dunia pendidikan formal gagap menghadapi pandemi, sudah semestinya para orangtua mengembalikan pendidikan anak kepada format in natura. Bahwa, guru pertama dan utama bagi anak adalah orangtua di dalam rumah.

“Sebelum Covid-19, orangtua menyerahkan pendidikan anak kepada sekolah. Dari sini kemudian banyak orangtua salah kaprah menuntut sekolah agar begini-begitu karena merasa telah membayar mahal. Kini saat tidak ada institusi pendidikan yang betul-betul siap menghadapi pandemi, maka, orangtua harus memahami perannya kembali sebagai garda terdepan pendidikan anak.” Kata Nurfadillah.

Selain Nurfadillah, Mimbar Virtual oleh barisan.co juga mengundang konsultan pendidikan A. Ramdani sebagai narasumber. Acara yang rutin digelar tiap Selasa sore tersebut dihadiri oleh 40-an orang dari berbagai latar belakang.


Penulis: Ananta Damarjati

Editor: Ananta Damarjati

Pos terkait