Kesehatan

Gigi Patah, Mengetahui Klasifikasi untuk Gigi Fraktur

Alfin Hidayat
×

Gigi Patah, Mengetahui Klasifikasi untuk Gigi Fraktur

Sebarkan artikel ini
Gigi Fraktur
Photo by Shiny Diamond on pexels

BARISAN.CO – Gigi patah atau yang biasanya disebut fraktur gigi, merupakan salah satu dari penyebab kerusakan pada gigi setelah gigi berlubang dan penyakit pada jaringan penyangga gigi. Fraktur gigi merupakan suatu kondisi kerusakan gigi, dimana terdapat kehilangan fragmen pada suatu gigi utuh.

Penyebab dari fraktur gigi itu biasanya disebabkan oleh trauma pada bagian wajah atau gigi geligi seperti olahraga yang melakukan kontak tanpa adanya lip bumper atau terlibat pada suatu kecelakaan yang tidak disengaja.

Untuk dapat mengetahui suatu rencana perawatan pada gigi yang fraktur, harus dilakukan wawancara atau anamnesis terlebih dahulu. Anamnesis dilakukan untuk mencari etiologi, mekanisme trauma, factor resiko serta riwayat perawatan gigi sebelumnya.

Hal hal yang umum ditemui pada fraktur gigi ialah nyeri gigi, gigi sensitive, adanya riwayat trauma, terdapat fragmen gigi yang hilang, adanya kebiasaan jelek yang mendukung seperti mengerat erat gigi (bruxism), serta riwayat perawatan gigi yang kurang baik.

Biasanya, gigi yang patah itu terjadi pada gigi depan. Baik pada rahang atas maupun rahang bawah.

Klasifikasi gigi fraktur

Organisasi Kesehatahan Dunia (WHO) menyusun klasifikasi untuk gigi fraktur, dengan memakai nomer kode yang sesuai dengan ICD (International Classification of Disease), sebagai berikut:

  • 873.60: Fraktur email meliputi hanya email dan mencakup gumpilnya email, fraktur tidak menyeluruh atau retak pada email.
  • 873.61: Fraktur mahkota yang melibatkan email dan dentin tanpa terbukanya pulpa. Tidak ada ruang pulpa yang terbuka.
  • 873.62: Fraktur mahkota dengan terbukanya pulpa. Fraktur yang rumit yang mengenai email dan dentin dengan disertai pulpa yang terbuka.
  • 873.63: Fraktur akar. Fraktur akar yang hanya mengenai sementum, dentin, dan pulpa, yang biasanya disebut fraktur akar horizontal.
  • 873.64: Fraktur mahkota-akar. Fraktur dentin yang mengenai email, dentin dan sementum akar. Bisa disertai atau tidak dengan terbukanya pulpa.
  • 873.66: Luksasi. Pergeseran gigi mencakup konkusi (concussion), subluksasi, luksasi lateral, luksasi ekstrusi dan luksasi intrusi
  • 873.67: Intrusi atau ekstrusi. Intrusi ialah pergeseran atau perpindahan gigi masuk ke dalam soketnya. Sedangkan ekstrusi ialah pergeseran atau perpindahan gigi keluar dari soketnya.
  • 873.68: Avulsi. Pergeseran gigi secara menyeluruh dan keluar dari soketnya (gigi terlepas utuh).
  • 873.69: Injuri lain, seperti laserasi jaringan lunak.

Perawatan gigi yang patah atau fraktur gigi, tergantung dari pemeriksaan klinis serta pemeriksaan penunjang pada pasien tersebut. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan biasanya dilakukan rontgen foto. Rontgen foto yang digunakan biasanya foto periapikal atau foto panoramik. 

Bila gigi yang fraktur tersebut hanya retak pada gigi, terlepasnya fragmen gigi hanya sebatas pada email atau dentin tanpa melibatkan terbukanya pulpa, maka perawatan penambalan gigi menggunakan resin komposit atau pemasangan mahkota porselen yang sewarna dengan gigi, sudah cukup.

Tetapi jika fraktur tersebut melibatkan terbukanya mahkota dan kehilangan fragmen gigi sebatas sementum akar secara horizontal, maka perlu dilakukan perawatan saluran akar, kemudian dilanjutkan pemasangan pasak dan mahkota. Bila gigi tersebut keluar dari soketnya kurang dari 3 menit pasca trauma, maka bisa dikakukan perawatan saluran akar. Dengan catatan, gigi yang terlepas tersebut direndam dalam susu atau ditahan sebentar dalam mulut pasien sampai dilakukan pemeriksaan oleh dokter gigi. Sebaliknya bila patah atau frakturnya itu vertikal sudah sampai akar dan dirasa tidak bisa dirawat, maka pertimbangkan untuk dilakukan pencabutan gigi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *