Scroll untuk baca artikel
Gaya Hidup

Hari Buku Sedunia, Berikut 7 Rekomendasi Buku Bertema Travelling untuk Isi Liburan

Redaksi
×

Hari Buku Sedunia, Berikut 7 Rekomendasi Buku Bertema Travelling untuk Isi Liburan

Sebarkan artikel ini

Agustinus Wibowo bahkan pernah menjadi tamu kehormatan di Frankfrut Book Fair. Karya-karyanya sudah diterjemahkan ke bebarapa bahasa, termasuk Titik Nol.

Seperti dengan karya-karya Agustinus lainnya, buku ini menggunakan teknik penulisan narasi, di mana ia menggabungkan fakta dan cerita, sehingga pembaca seolah merasakannya sendiri.

4. Under The Southern Stars

Apakah kalian pernah mendengar program Work and Holiday? Melalui program ini, anak-anak muda di seluruh dunia bisa bekerja sambil liburan.

Hal itulah yang dilakukan Anida Dyah, seorang perempuan yang rela keluar dari pekerjaan mapannya di Indonesia demi sebuah impian: berkelana di Negeri Kanguru.

Di sana ia bekerja sebagai pelayan di restoran. Setelah uangnya terkumpul, ia berhenti untuk menjelajah Benua Australia. Kemudian, ia bertemu dengan tiga petualang dari Prancis dan Jerman.

Mereka berempat memutuskan menjelajah dunia yang belum pernah mereka jejaki sebelumnya, secara bersama-sama.

Buku ini sangat menarik dibaca karena Anida Dyah menulisnya dengan bertutur. Ada banyak pesan dari perjalanan yang ia lakukan, tentang bertahan hidup, cinta dan persahabatan.

5. 30 Paspor Di Kelas Sang Profesor

Buku ini berkisah tentang anak-anak muda yang tersesat di empat benua. Mereka melakukan perjalanan karena mendapat tugas dari dosennya, yang tak lain adalah Prof. Rhenald Kasali, untuk membuat paspor dan melihat minimal satu negara.

Namun, mereka tak boleh pergi ke negara yang berbahasa Melayu, seperti Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. “Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau,” kata Prof. Rhenald.

Para mahasiswa kemudian bertanya bagaimana cara mendapatkan tiket. Prof. Rhenadl dengan gamblang mengatakan “tidak tahu.” Mereka hanya diberi waktu 1,5 bulan, bagaimana caranya harus berangkat.

Bukan tanpa alasan, Prof. Rhenald memberi tugas demikian. Ia ingin menumbuhkan mental self driving pada setiap diri mahasiswanya agar mereka menjadi pribadi bebas, mandiri dan bertanggung jawab.

6. Traveler’s Tale, Belok Kanan: Barcelona!

Buku ini bercerita tentang empat orang sahabat yang melakukan perjalanan ke Barcelona. Tujuannya hanya satu, menghadiri pernikahah salah seorang sahabatnya.

Mereka berangkat dari penjuru yang berbeda dan dengan budget terbatas, demi mencari jawaban atas pertanyaanya masing-masing.

Sebenarnya buku ini diambil dari kisah nyata, namun dikemas secara fiksi. Oleh karena itu, sudah pasti buku ini tak membosankan untuk dibaca.

7. The Geography of Bliss

The Geography of Bliss merupakan karya Eric Weiner, seorang penulis dan jurnalis asal New York. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam 20 bahasa, salah satunya ke dalam bahasa Indonesia.

Buku ini adalah hasil dari perjalanan Eric Weiner ke berbagai negara, dari Belanda, Swiss, Bhutan, hingga Qatar, Islandia, India dan Amerika. Tujuannya satu, untuk mencari kebahagiaan.

Di dalam perjalanan, Eric Weiner mempelajari bagaimana masyarakat dunia menemukan kebahagiaan.