Opini

Kabar Baik dan Harapan Bangkit dari (Pariwisata) Jakarta

Abdul Malik Raharusun
×

Kabar Baik dan Harapan Bangkit dari (Pariwisata) Jakarta

Sebarkan artikel ini
Gowes para pegiat Jakarta Tourism Forum (JTF). Tampak hadir dalam rombongan ketua JTF Salman Dianda Anwar. Ilustrasi: dok. istimewa

Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam dipastikan selain menjadi oase kerinduan jutaan umat Islam Asia untuk menjelajah sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, juga menjadi magnet dan harapan baru bagi tumbuh kembangnya pariwisata Jakarta juga Indonesia.

Mengomentari geliat pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam, Salman Dianda Anwar, Ketua Umum Jakarta Tourism Forum, ini akan menjadi daya tarik besar bagi wisatawan dunia termasuk juga pertemuan-pertemuan Internasional organisasi Islam dunia.

Kabar Baik dari Transportasi Jakarta

Selain Ancol yang kian mengukuhkan diri sebagai Taman Impian, kabar baik datang juga dari dunia transportasi Jakarta. Baru-baru ini Jakarta didaulat sebagai Kota dengan sistem integrasi transportasi terbaik di dunia.

Penghargaan Jakarta sebagai Kota dengan sistem integrasi transportasi terbaik di dunia diberikan oleh Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Jakarta bahkan mengalahkan kota-kota besar dunia seperti Auckland, Bogota, Buenos Aires, Charlotte, Frankfurt, Moscow, San Francisco dan Sao Paulo.

Dalam sela-sela diskusi pasca wisata sepeda Jakarta Tourism Forum, bersama Direktur Utama PT. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, Bang Tuhiyat gambaran harapan dan optimisme Jakarta dengan sistem transportasi terbaik dunia bukan lagi “mimpi siang bolong” tetapi didukung oleh semangat kolaborasi dan paling penting political will state baik Jakarta maupun Nasional dipastikan Jakarta, Indonesia menjadi role model sistem transportasi dunia.

Beberapa stasiun di Jakarta, seperti Tanah Abang, Soedirman, Senen, Manggarai, Jakarta Kota adalah stasiun yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi, dari pejalan kaki, disabilitas, pesepeda, LRT, MRT, TransJakarta, JakLingko dan transportasi online.

Bahkan sejauh 700 meter dari stasiun adalah ruang yang dikondisikan untuk menjamin kenyamanan, keindahan, dan keamanan stasiun. Seluruh pembangunan transportasi ini juga menampilkan sistem transportasi kita sebagai “ruang ketiga” interaksi masyarakat.

Saat ini pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) fase kedua sementara digalakan dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia sampai stasiun Jakarta Kota. Pembangunan yang melewati bawah Jl. Gajah Mada dan Hayam Wuruk ini juga tidak merubah posisi atas jalan termasuk Sungai Aliran Ciliwung.

Posisi rel MRT didesain dengan sistem yang baik berada di bawah Sungai Aliran Ciliwung. Pembangunan MRT bahkan sampai di Ancol Barat sebagai penghubung transportasi menuju Museum Internasional Sejarah Nabi Muhammad SAW dan Peradaban Islam.

Seluruh kolaborasi dan integrasi transportasi ini menurut Bang Tuhiyat mengantarkan Jakarta yang 3 tahun lalu menempati urutan nomor 3 kota termacet di dunia, sekarang menempati urutan ke-10.

Sebuah lompatan capaian yang sangat jauh. Jakarta bahkan pada bulan Juli 2021 ditargetkan seluruh moda transportasi terintegrasi dengan sangat baik.

Optimisme Menatap Pariwisata Jakarta

Seperti Pak Anies, Gubernur DKI Jakarta sudah sepekan ini menjalani isolasi mandiri di Rumah Dinas. Tetapi pesan yang keluar selalu pesan optimisme bahkan dalam masa isolasi itu juga Jakarta masih sempat membangun kolaborasi bersama kota-kota besar dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *