Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Kamu Sering Mimisan? Begini Cara Penanganannya

Redaksi
×

Kamu Sering Mimisan? Begini Cara Penanganannya

Sebarkan artikel ini

Mimisan ternyata ada jenisnya dan harus mendapatkan penanganan dengan tepat.

BARISAN.CO – Beberapa orang pernah mengalami setidaknya satu kali mimisan sepanjang hidupnya. Perlu diketahui, mimisan adalah pendarahan pada jaringan pelapis hidung bagian dalam. Bagian dalam hidung dilapisi banyak pembuluh darah, sehingga rentan terjadi mimisan.

Darah bisa keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang berlangsung hanya selama beberapa detik, namun ada juga yang lebih dari 20 menit. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kita perlu waspada karena mimisan bisa menjadi gejala dari suatu penyakit.

Berikut ini adalah jenis-jenis mimisan sesuai lokasi perdarahannya.

Mimisan anterior

Mimisan anterior terjadi karena pembuluh darah di bagian depan hidung robek atau rusak, sehingga terjadilah pendarahan. Mimisan anterior biasanya terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui, berikut ini adalah penyebab mimisan anterior:

  • Demam atau peningkatan suhu tubuh.
  • Pilek atau flu yang mencetuskan hidung tersumbat dan bersin berulang.
  • Sinusitis yang berulang atau sedang kambuh.
  • Cedera ringan, seperti luka karena kebiasaan mengupil terlalu kencang atau terbentur.
  • Penggunaan dekongestan secara berlebihan.

Mimisan posterior

Mimisan posterior terjadi karena pembuluh darah bagian belakang hidung rusak dan mengalami pendarahan. Mimisan ini biasanya terjadi pada lansia dan seseorang yang mengalami sejumlah keadaan sebagai berikut:

  • Patah pada tulang hidung akibat pukulan atau pukulan.
  • Operasi hidung.
  • Tumor di rongga hidung.
  • Aterosklerosis.
  • Leukemia dan hipertensi.
  • Hemofilia.
  • Hereditary haemorrhagic telangiestasia (HHT) yaitu kelainan genetik yang memengaruhi pembuluh darah.
  • Penggunaan obat, seperti aspirin, warfarin, dan heparin.

Langkah-langkah Penanganan Mimisan

Ketika kita mengalami mimisan, hal pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan mencari tempat yang nyaman. Selain itu, barulah kita bisa melakukan beberapa langkah penangangan mimisan berikut ini:

  • Duduk tegak

Lakukanlah cara ini untuk mengurangi tekanan pembuluh darah dalam hidung kita, sehingga pendarahannya cepat berhenti.

  • Condongkan badan ke depan dan jepit hidung

Setelah kita duduk dengan tegak, condongkan badan ke depan agar darah yang keluar dari hidung tidak tertelan. Selanjutnya, jepit rapat hidung kita selama 15-20 menit dan bernapaslah melalui mulut.

  • Kompres pangkal hidung setelah perdarahan

Kompres hidung kita dengan air dingin atau es batu yang dibungkus dengan plastik. Letakkan kompres pada pangkal hidung. Jika memungkinkan, kita bisa mengoleskan sedikit petroleum jelly ke bagian dalam hidung menggunakan cotton bud.

Jika mimisan tidak berhenti selama 30 menit, sebaiknya segera temui dokter agar diberikan penanganan darurat. [ysn]