BARISAN.CO – Bahasa Mandarin sering digambarkan sebagai bahasa yang sulit, bahkan tersulit di dunia. Saya ingat betul saat SMA ada pelajaran bahasa Mandarin. Saya pun langsung menyerah.
Bayangkan saja, bukan karena tulisannya, tapi juga pelafalannya yang sangat sulit. Waktu itu, Laoshi (guru) meminta kami memegang kertas saat membaca Bahasa Mandarin untuk memastikan pelafalannya benar.
Why? Karena ada beberapa kata yang harus dilafalkan dengan hembusan nafas sesuai. Jika benar, kertas akan bergerak tertiup hembusan nafas yang keluar dari mulut ketika dilafalkan.
Saya paham betul bahasa Mandarin masuk ke salah satu bahasa internasional sehingga harus dipelajari. Tapi, saya terlalu lemah. Suatu ketika nilai ulangan saya mendapatkan 0,5. Saya bukan satu-satunya siswa yang mendapatkan nilai jelek karena banyak juga yang ternyata kesulitan.
Namun, ini bisa dimengerti. Sebab, mengutip Though Co, terdapat banyak karakter Bahasa Mandarin. Setidaknya dibutuhkan 4.000 karakter agar dapat membaca apa pun yang ditulis oleh penutur asli dewasa.
Namun, mengetahui karakter saja ternyata tidak cukup karena perlu mengetahui kata-kata yang mereka buat dan tata bahasa yang mengatur urutan kemunculannya.
Belum apa-apa sudah pusing duluan. Lalu, apa yang saya ingat sampai sekarang? Hanya beberapa kalimat! Laoshi, Ni Hao Ma, Xie Xie, dan Wo Ai Ni. Khusus kalimat Wo Ai Ni sudah lama karena pernah dengar beberapa kali di luar sekolah.
Selanjutnya, setelah mempelajari ribuan karakter, kita juga perlu belajar pengucapannya. Salah satu hal yang paling sulit menguasai ‘tones’ bahasa Mandarin. Ada empat nada dasar, ditambah nada netral kelima, dan nada serta intonasi yang digunakan dalam mengubah arti kata.
Beda intonasi, beda arti. Misalnya, tang dengan nada tinggi berarti sup dan tang dengan nada naik berarti gula. Cara mengetahui nada mana yang harus diberi suku kata dari tanda di atas vokal dalam pinyin, sistem penulisan yang menggunakan alfabet Latin.
Sama seperti bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin memiliki beberapa dialek. Mandarin adalah dialek standar, tetapi ada banyak variasi dalam dialek itu, regional dan lainnya. Tidak jarang ada beberapa kata artinya sama, tetapi ada juga perbedaan sangat besar antara kosakata formal dan sehari-hari.
Kemudian, bahasa Cina klasik, yang hampir seperti bahasa dalam bahasa yang sering tumpah ke bahasa Cina tertulis modern. Disarankan, tidak hanya berfokus pada bahasa Mandarin modern karena semua variasi lain akan mengganggu dan mencampuradukkan segalanya.