Awalil berpendapat dari pencermatan atas berbagai indikator, sebenarnya belum terjadi perbaikan ketimpangan ekonomi selama era reformasi. Artinya tidak terkait dengan adanya dampak pandemi. Dia mengingatkan bahwa Gini ratio saja belum kembali pada sebelum dan awal era reformasi, yang sempat mencapai 0,356 (1996) dan 0,311 (1999).
Awalil menyampaikan pula kajian dari International Monetary Fund (IMF) tentang perkembangan Gini Ratio banyak negara berdasar data pengeluaran dan pendapatan selama kurun tahun 1990 sampai dengan tahun 2019. Selama kurun itu, nilainya bertambah 6,578 poin. Merupakan negara dengan peningkatan poin rasio tertinggi ke-9 dari 135 negara. Padahal, ada 73 negara mengalami justeru mengalaim penurunan rasio.
Ekonom ini menegaskan bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia cenderung meningkat karena dinamika perekonomian dan kebijakan ekonomi yang dipilih oleh otoritas. Dampak pandemi hanya memperparahnya. Ketimpangan ekonomi bahkan tampak lebih nyata dalam kehidupan sehar-hari.