Sosok

Ketua Pembina ASSOPSI: Produk Lokal Tak Kalah dengan Asing

Anatasia Wahyudi
×

Ketua Pembina ASSOPSI: Produk Lokal Tak Kalah dengan Asing

Sebarkan artikel ini
Ketua Pembina Assopsi (Asosiasi Pengusaha Pemula Sukses Indonesia) M. Chozin Amirullah

BARISAN.CO – Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki strategi tepat untuk mengembangkan produk nasional. Strategi tepat yang dimaksud Presiden Jokowi misalnya dengan mendukung produk Bangga Buatan Indonesia, pusat perbelanjaan, serta memberikan ruang bagi produk Indonesia khususnya UMKM.

Seruan itu keluar bukan tanpa sebab. Pada Agustus 2020, total impor Indonesia mengalami kenaikan menjadi USD 10,74 miliar atau sebesar 2,65 persen dibandingkan Juli 2020 sebesar USD 10,46 miliar. Pada Oktober lalu, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memulai penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguard) terhadap lonjakan jumlah impor barang pakaian serta aksesoris pakaian. Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) pada 9 September 2020.

Merespon hal itu, Ketua Pembina Assopsi (Asosiasi Pengusaha Pemula Sukses Indonesia) M. Chozin Amirullah menginginkan masyarakat bisa menjadi konsumen yang loyal untuk produk-produk lokal Indonesia, karena produk lokal saat ini tidak kalah dengan asing.

“Dulu yang merek lokal juga dikerjakan di lokal, lalu mereka tinggal kasih merek. Sekarang yang produsennya sudah sadar, mereka pasarkan sendiri dengan brand lokal. Apalagi kesadaran soal lokal di kalangan anak muda naik,” kata Chozin kepada Barisanco Minggu, (7/3/2021).

Menurutnya, Produk-produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri,  Chozin sendiri mengakui jika ia tidak concern terhadap merek.

“Jadi kadang bahkan tanpa merek. Tapi kalau pun memakai brand, saya pilih yang lokal,” lanjut pria asal Pekalongan tersebut.

Karena kecintaannya terhadap tanah air termasuk kampung halamannya, Chozin bahkan mengatakan jika batik yang ia miliki hampir semuanya berasal dari Pekalongan.

Chozin juga menjelaskan jika batik asli dan tidak asli itu relatif baik itu batik itu tulis dan cap. Menurutnya, kalau batik tulis, skala produksinya kecil dan limited sedangkan kalau massal itu batik cap.

“Jadi bukan asli dan tidak asli, di Pekalongan itu ada batik cap dan tulis. Tapi tentu yang batik cap itu skalanya lebih besar,” pungkas Chozin.

ASSOPSI sendiri merupakan asosiasi yang mendukung produk lokal untuk diperkenalkan ke dunia melalui media sosial.

Saat Pilpres AS, asosasi ini juga memanfaatkan momen untuk mengenalkan produk-produknya hingga menjadi perbincangan dunia. Beberapa produk dari anggota Asoppsi sudah diekspor hingga menjangkau beberapa negara Asia diantaranya ialah Hongkong, Malaysia, Brunei. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *