Kontemplasi

Korupsi Bansos, Wong Cilik Jangan Jadi Wong Gede

Lukni An Nairi
×

Korupsi Bansos, Wong Cilik Jangan Jadi Wong Gede

Sebarkan artikel ini
Korupsi Bantuan Sosial
Korupsi Bansos/Ilutrasi: Kompas

BARISAN.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pada bulan Maret 2020  terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 1,63 Juta orang. Jadi total jumlah penduduk miskin Republik Indonesia sebanyak 26,42 Juta Orang. Jumlah penduduk miskin terbanyak berada di provinsi Jawa yakni Jawa Timur mencapai 4,42 Juta Jika, Jawa Tengah 3,98 Jiwa, dan Jawa Barat 3,92 Juta Jiwa.

Itu hanya data yang disuguhkan BPS tentang penduduk miskin. Wajar saja saat ini sedang ada pandemi Covid-19.

Sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya raya. Penduduknya menikmati limpahan rahmat Illahi yang diberikan.

Indonesia adalah tanah surga. Banyak dihuni para wali dan penduduknya pandai mengaji. Tidak heran jika Sunan Kalijaga mendendangkan lagu, ”Lir ilir, tandure wis sumilir, tak ijo riyo-royo, tak seggo temanten anyar.”

Jika ada yang mengatakan bahwa penduduk Indonesia miskin. Itu adalah perkataan yang gegabah. Tanpa tahu bahwa semua kekayaan yang ada di Indonesia diberikan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

Apakah tidak tahu, bahwasanya Bangsa Indonesia berdasarkan buku laporan Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018  merupakan negara yang paling dermawan. Ini bukan karena penduduk Indonesia ingin sombong diri. Tapi inilah karakter bangsa, bangsa yang suka memberi.

Cobalah perhatikan, pemilihan Lurah, Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden. Saat pemilihan umum atau pilkada banyak para calon sangat ringan tangan. Mereka akan mudah sekali memberikan beragam bentuk, sebut saja kaos gratis, sembako, bantuan sosial, dan bahkan uang tunai. Ini menunjukkan bahwa bangsa memang memiliki tingkat kedermawanan yang luar biasa tiada bandingannya di negara belahan dunia manapun.

Jika memang tahun 2020 jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan karena Covid-19. Rakyat tidak perlu khawatir. Indonesia itu kaya raya dan bangsa yang suka memberi. Pasti pemerintah akan memberikan kebutuhan rakyatnya, meski harus utang ke luar negeri dahulu. Kan aset kekayaan alam Indonesia sangat melimpah.

Wong cilik

Sebagai rakyat kita patut bersyukur memiliki pemimpin yang mengayomi rakyatnya. Pandemi Covid-19 yang menimpa bangsa ini, rakyat masih bisa menikmati kesejahteraannya dengan beragam bantuan yang dikucurkan pemerintah mulai dari bantuan langsung tunai, bantuan pendidikan, sampai bantuan sosial (bansos).

Meski ada kabar yang tidak mengenakan datang dari kader partainya wong cilik. Bahwasanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap dan menetapkan tersangka Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara karena kasus korupsi pengadaan bantuan sosial penanganan Covid-19.

Namun hakikatnya pemerintah atau Mensos sangat peduli dengan masyarakat. Nyatanya masyarakat tetap enjoy menikmati bantuan sosial tersebut selama beberapa bulan ini. Masyarakat tetap bahagia dan tersenyum gembira.

Sebagai wong cilik harusnya bangga, ada partai yang sangat peduli dengan wong cilik. Bahkan partai tersebut menggangap partainya wong cilik. Kepedulian terhadap wong cilik inilah yang patut diberi acungan jempol.

Jika kader partainya wong cilik korupsi atau menyikat bansos wong cilik, tidak jadi soal. Wong cilik tetap harus dipertahankan dan tetap jadi wong cilik. Karena kalau jadi wong gede, lantas apakah partainya wong cilik mau mengubah partainya menjadi partainya wong gede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *